
KARANGASEM—Jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Karangasem dituntut lebih selektif dalam merencanakan anggaran. Hal itu dilakukan agar program yang dijalankan di tahun 2022 mendatang bisa lebih efektif dan tepat sasaran. Pengasan ini disampaikan Bupati Karangasem I Gede Dana dalam rapat evaluasi dan pembinaan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah di aula Didikpora, Selasa (27/12/2021).
“Pengawas dan Kepala Sekolah juga harus lebih proaktif turun ke sekolah-sekolah, sehingga perencanaan anggaran yang sudah dirancang bisa berjalan dengan baik,” tegas Gede Dana.
Menurut gede dana, pentingnya Pengawas dan Kepala Sekolah lebih sering turun ke sekolah-sekolah, untuk mengetahui secara langsung kondisi gedung sekolah. Mana yang harus diperbaiki dan mana yang tidak.
Selama ini, kata Bupati, dia menemukan banyak gedung sekolah yang semestinya layak untuk diperbaiki malah tidak mendapat perbaikan.
“Kedepan tidak boleh lagi seperti itu, jangan hanya Kepala Sekolah saja yang tahu. Pengawas dan Kepala Sekolah harus sama-sama bergandengan dalam memajukan pendidikan di Karangasem,” harapnya.
Evaluasi OPD jelang tutup tahun 2021, kata Bupati, tidak hanya dilakukan di jajaran Disdikpora, tapi berlaku menyeluruh pada jajaran OPD lainnya. Khusus untuk Disdikpora, Bupati Dana memberi apresiasi positif.
“Dunia pendidikan kita sudah berjalan bagus, tapi masih perlu ditingkatkan lagi di tahun-tahun mendatang. Evaluasi ini dilakukan untuk melihat sejauh mana program yang dijalankan di tahun 2021 sudah berjalan,” jelasnya.
Mengingat Covid-19 belum melandai, Bupati Gede Dana juga mengajak Pengawas dan para Kepala Sekolah, untuk bersama-sama melakukan pengawasan dan selalu mengingatkan anak didiknya, agar selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan sesuai imbauan pemerintah.
Sementara itu, Kadisdikpora Karangasem I Wayan Sutrisna mengatakan, dari 8 standar pendidikan yang yang ada, Kabupaten Karangasem hanya dua standar tidak terpenuhi, yakni standar pendik dan sarpras. Untuk standar Pendik, Disdikpora berusaha para pegawai yang mempunyai gelar S.Pd dan akte IV akan didorong untuk mengajar ke sekolah. Sedangkan untuk Sarpras pihaknya sudah melaksanakan pelatihan pelatihan.
“Penyelenggaraan P3K sudah terlaksana dengan sangat baik. Tahun 2022 nanti kami akan anggarkan sebanyak 826 kuota pormasi P3K sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan, ini kami lakukan karena tahun 2022 banyak Guru yang akan menjalani pensiun,” pungkas Sutrisna. (wat/jon)








