
DENPASAR – Para pelatih cabang olahraga (cabor) dibawah KONI Denpasar dibekali sport science dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan titel “Penerapan Sport Science Menuju Denpasar Emas” yang digelar KONI Denpasar di Hotel Puri Nusa Indah, Denpasar, Jumat (17/12/2021).
Seperti diutarakan Ketua Umum KONI Denpasar IB Toni Astawa, dalam perkembangan olahraga saat ini, sport science sangat dibutuhkan. Terutama terkait dengan pencapaian prestasi para atlet, tidak hanya di Indonesia namun juga dunia.
“Berangkat dari itu, KONI Denpasar menggelar Bimtek ini dengan mendatangkan pemakalah dari Surabaya dan kami harapkan banyak hal yang diperoleh para pelatih Denpasar dalam persiapan Porprov Bali tahun 2022. Dari sport science ini dari pengalaman dan ilmu pengetahuan, fisiologi, psikologi bio mekanika dan proses pemberian nutrisi kepada atlet bisa diserap para pelatih Denpasar,” tutur Toni Astawa didampingi Wakil Ketua Umum II Ketut Sugiatha.
Dalam globalisasi olahraga seperti itu, lanjut pria yang akrab disapa Gus Toni itu, maka pola-pola lama sekarang pasti disempurnakan melalui penelitian sebab ini karena terukur dan diperhitungkan waktunya. Artinya materi yang disajikan membekali pelatih -pelatih cabor dibawah KONI Denpasar mencapai emas.
“Kita tak bisa bilang prestasi saja karena pemikiran kita dan pengetahuan kita di pembinaan berkembang terus. Itu juga kami berikan bimbingan kepada pelatih sehingga pelatih tentunya sudah mendapatkan porsi yang pas untuk atletnya,” tegas Gus Toni.
Sedangkan Ketut Sugiatha menambahkan, masing-masing atlet di cabor memang memiliki kemampuan berbeda-beda. Dalam Bimtek itu, dikupas tuntas narasumber dari Surabaya yang berpengalaman.
“Ada 42 cabor dan setiap cabor diwakilli 2 pelatih jadi total 84 pelatih,” sebutnya.
Ini tujuannya, agar para pelatih itu memiliki wawasan lebih luas selama dua hari Bimtek. Agenda ini merupakan agenda tahunan.
“Setiap menyongsong Porprov Bali, kita bekali pelatih dan atlet bukan saja dari sisi mental dan teknis saja tapi juga ada hal-hal yang spesifik yang harus diketahui pelatih. Ya selain pembekalan-pembekalan secara teknis juga agar para pelatih bertemu serta untuk kebersamaan,” tutup Sugiatha. (ari/jon)








