
DENPASAR –Bali dipastikan jadi tempat gelaran dua seri terakhir yakni seri IV dan Seri V Liga 1 musim 2021/2022, dan akan dimulai pada Januari atau awal tahun depan. Gelarannya tak tanggung-tanggung selama 3 bulan atau sampai selesainya Liga I.
Menurut Dirut Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator liga, Sudjarno saat press conference di Denpasar, kickoff dimulai 6 Januari 2022. Sehari sebelumnya digelar dua pertandingan tunda yakni Arema FC versus Tira Persikabo dan Bali United melawan Persebaya Surabaya.
Diakuinya, dua laga itu sebenarnya pekan terakhir di seri ketiga lalu tapi karena pemain Arema, Persebaya dan Bali United banyak yang dipanggil timnas, makanya ditunda dan dipindahkan laganya pada 5 Januari 2022.
“Karena itulah seri IV dimulai pada 6 Januari 2022 itu,” kata Sudjarno di Denpasar, Selasa (14/12/2021).
Lantas Stadion apa yang digunakan nantinya ? Ditambahkan mantan Kapolda Lampung itu, ada empat Stadion yakni Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Stadion Kompyang Sujana, Denpasar dan Stadion Samudera, Kuta.
“Dua stadion sudah kami verifikasi yakni Stadion Ngurah Rai dan Kompyang Sujana dan hasilnya sangat bagus. Hanya tinggal ditambahkan tempat-tempat khusus seperti tempat perangkat pertandingan, tempat jumpa pers setelah pertandingan, termasuk penataan stadion agar tampak lebih menarik.Kalau Stadion Dipta sangat layak,” tegasnya.
Sementara untuk di Stadion Samudera, Kuta akan diverifikasi setelah 25 Desember 2021. Pihaknya berharap di verifikasi lanjutan ini, semua sudah tersedia.
“Nanti antara seri IV dan seri V tidak ada jeda. Artinya begitu usai seriIV langsung dilanjutkan ke seri V. Seri IV itu dari pekan pertandingan 17 sampai pekan 27, kemudian seri V sampai pekan ke 34 itu seri kelima. Jedanya tidak sampai seminggu, hanya tiga hari,” beber Sudjarno.
Dipilihnya Bali sendiri versinya, awalnya Liga I rencananya dihelat di Jabodetabek, Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun karena terjadi bencana alam erupsi Gunung Semeru di Lumajang, akhirnya batal digelar di Jawa Timur.
“Apalagi Bersamaan saat itu juga ada surat dari Gubernur Bali ke PSSI Pusat yang mengharapkan agar seri selanjutnya digelar di Bali sebagai bentuk dukungan pemulihan pariwisata dan ekonomi akibat pandemi. Awalnya Bali tidak termasuk dalam seri ini. Tapi karena ada permintaan dari Gubernur Bali untuk mengangkat kembali pariwisata dan ekonomi, makanya diputuskan di Bali akhirnya,” pungkasnya. (ari/jon)








