
DENPASAR – Munculnya kritikan dari netizen terkait kondisi Stadion Debes Tabanan yang digunakan untuk gelaran babak 8 besar Liga 3 Provinsi Bali langsung dibantah Ketua Panitia Pelaksana kegiatan sepakbola tersebut.
Di media sosial, terdapat postingan kondisi lapangan Stadion Debes yang rusak parah, bahkan banyak komentar netizen menyamakan lokasi untuk menanam padi.
“Kondisi terkini Lapangan Stadion Debes Tabanan yang digunakan babak 8 besar Liga 3 Bali 2021 memprihatinkan. Apakah tidak ada opsi lain dari penyelenggara? Kompetisi resmi lho ini, bukan sekedar fun football,” tulis akun sepakbola, Bali Football di media sosial facebook yang dibanjiri ratusan komentar netizen.
“Stadion Debes seperti itu karena kembali kepada izin menggelar keramaian dalam situasi pandemi seperti sekarang. Hanya di Stadion Debes saja yang memungkinkan karena selain akses yang tertutup juga izin swab juga bisa difasilitasi pihak setempat. Saya rasa yang berkomentar di media sosial itu oknum di luar tim atau peserta yang terlibat dan tidak memahami bagaimana aturan izin penggunaan stadion dalam masa pandemi ini,” kata Ketua Panpel Liga 3 Provinsi Bali IGN Anom Jaksa Saputra, Senin (6/12/2021).
Menyoal kondisi Stadion Debes itu lanjutnya, karena sering dipergunakan serta ditambah lapangan yang becek karena diguyur hujan menyebabkan kontur tanah menjadi rusak.
“Saya tegaskan kembali hanya di Stadion Debes mendapat izin atas kondisi seperti sekarang,” sebutnya.
Ditambahkan Anom Jaksa, karena kondisi lapangan yang tidak memadai disamping kondisi cuaca yang belakangan hari hujan, maka pertandingan lanjutan babak 8 besar ditunda selama tiga hari. Sampai pihak panitia mendapat lokasi untuk melaksanakan lanjutan babak 8 besar itu atau istilahnya force majeure. (ari/jon)








