BNN-AFP Lanjutkan Kerja Sama Perangi Narkoba

0
177
Kepala BNN Komjen Petrus Reinhard Golose bersama AFP Commander South East Asia Warwick MacFarlane menyampaikan komitmen pemberantasan peredaran gelap narkoba.
Kepala BNN Komjen Petrus Reinhard Golose bersama AFP Commander South East Asia Warwick MacFarlane menyampaikan komitmen pemberantasan narkoba.

BADUNG – Perang terhadap narkoba terus digaungkan Badan Narkotika Nasional (BNN). Kali ini, lembaga pemerintah non kementerian di bawah kepemimpinan Komjen Petrus Reinhard Golose itu menguatkan komitmen pemberantasan barang terlarang dengan menggandeng Australian Federal Police (AFP).

Kerja sama antar kedua lembaga penegak hukum itu tertuang dalam MoU (Memorandum of Understanding) atau nota kesepahaman yang ditandatangani Kepala BNN Komjen Petrus Reinhard Golose bersama Konsulat Jenderal Australia Anthea Griffin secara daring di holding room Grand Hyatt, Nusa Dua, Kamis (25/22/2021) pukul 11.30 WITA. Perwakilan delegasi yang hadir di Bali yaitu AFP Commander South East Asia Warwick MacFarlane, AFP Senior Officer Indonesia David Dalton, AFP Liaison Officer Stephen Cato, serta AFP Investigative Assistant Keaton Martino.

Penandatangan MoU itu merupakan pembaruan dari nota kesepahaman pada 2011 dan berakhir 16 Maret 2021. Ini sekaligus sebagai penegasan kembali komitmen antara BNN dengan AFP dalam memerangi narkoba.

“Kami bekerja sama dengan AFP karena narkotika ini adalah masalah transnasional, serious crime, kejahatan transnasional yang terorganisir,” ujar Komjen Golose yang ditemui wartawan usai penandatanganan MoU.

Mantan Kapolda Bali itu mengungkapkan, di masa pandemi Covid-19, demand (permintaan) narkoba dari Indonesia masih banyak terutama sabu.

“Demand banyak, suplai dari luar juga banyak seperti dari golden triangle (Thailand, Laos, Myanmar) atau golden cresent (Afganistan, Pakistan, Iran), kemudian lewat paket dan sebagainya,”ungkap jenderal bintang tiga asal Manado ini.

Golose menyebut kunjungan turis Aussie paling banyak ke Bali. Kerja sama diharapkan lebih memperkuat dalam menjaga keamanan kawasan Indonesia – Australia dari ancaman penyelundupan dan peredaran gelap narkotika yang dilakukan jaringan internasional.

Disinggung perihal adanya warga Australia yang ditahan di Indonesia khususnya Bali karena narkoba, Komjen Golose mengaku perkara tersebut adalah salah satu yang diperhatikan dalam perjanjian MoU.

Pihaknya pun tetap akan memproses dan menegakan hukum, tapi dibarengi dengan tindakan pencegahan.

“Bukan hanya Australia, tapi negara lain juga jika menggunakan destinasi wisata Bali sebagai tempat melakukan kejahatan narkoba akan ditahan. Bali bukan tempat untuk perdagangan gelap atau penyalahgunaan narkoba,” tandasnya.

Menimpali Golose, Warwick MacFarlane mengatakan, pihaknya ingin melanjutkan hubungan yang sangat baik sebelumnya untuk mendukung BNN memerangi kejahatan narkoba.

“Saya di sini bekerja sama dengan BNN dengan melanjutkan MoU dan memperbaruinya hari ini (25/11/2021), juga sebagai penegakan hukum dalam komitmen untuk perang terhadap narkoba,” katanya.

Adapun ruang lingkup yang menjadi kesepakatan dalam pembaharuan kerja sama ini antara lain, mulai dari pertukaran informasi intelijen terkait peredaran gelap narkotika, koordinasi utama dalam operasi termasuk kegiatan terkoordinasi. Kemudian memperkuat dan memantapkan jaringan kerja sama yang ada di antara keduanya, serta bantuan kooperatif di bidang peningkatan kapasitas dan pengembangan profesional. (dum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

17 − 13 =