
DENPASAR – Ingin turun di Randori kelas 50kg. Itulah yang kini ada di hati salah seorang kenshi putri Bali yang meraih emas di nomor embu berpasangan pada PON XX/2020 yang digelar tahun 2021 di Papua lalu.
Adalah Nadya Billy yang ingin turun juga di nomor randori atau tarung pada PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut). Keinginan itu bukan tak beralasan karena di kelasnya itu, Nadya sudah memiliki lebih dari 10 sertifikat dan piala atau medali emas dari kejuaraan randori yang diikutinya di level nasional.
“Saya sudah kerapkali juara I di nomor randori 50 kg di even-even level nasional. Itu sudah menjadi dasar dan modal kenapa di PON Aceh/ Sumut nanti saya ingin juga turun di nomor randori sekligus di nomor embu atau seni,” tegas Nadya Billy, Minggu (7/11/2021).
Disebutkannya, selama ini sebelum masa TC sentralisasi PON Papua, dirinya juga selalu berlatih kekuatan dan teknik menggunakan samsak yang ada di rumahnya. Dirinya juga berkeinginan besar bisa meraih medali emas di PON untuk bisa mengikuti jejak ayahnya Fredrik Billy yang juga Wakil Ketua Umum Pengprov Perkemi Bali yang pernah meraih medali emas di nomor randori di masa jayanya saat membela Bali.
“Sebenarnya turun di dua nomor tidak ada masalah bagi saya dan tak terpengaruh dengan soal teknik maupun fisik. Dan saya lihat waktu PON Papua yang turun di kelas saya yakni 50 kg untuk nomor randori merupakan kenshi-kenshi yang muda yang usianya dibawah saya,” tambah Nadya.
Menyoal raihan medali emas di nomor embu berpasangan yang diraihnya di PON Papua, Nadya Billy mengaku jika itu tidak menjadi beba untuk target di PON 2024.
“Sebaliknya itu justeru menjadi tantangan bagi saya untuk bisa mempertahankannya,” demikian Nadya Billy. (ari/jon)








