
DENPASAR – Klub Bali Archery School (BAS) di hari pertama dan kedua gelaran Walikota Cup panahan yang dilangsungkan di Lapangan SMPN 2 Denpasar sementara memimpin perolehan medali emas. Namun pada pertandingan hari kedua Kamis 28 Oktober 2021 mulai memperoleh persaingan ketat dari klub-klub lainnya.
BAS memimpin sementara dengan 7 emas, 4 perak dan 4 perunggu, posisi runner up ditempati Pasific Archery Club (PAC) dengan 4 emas serta 2 perak, posisi ketiga ditempati Bali Heroes Archery Club (BHAC) dengan 1 emas, 1 perak dan 1 perunggu, posisi keempat milik Jepun Bali Archery Club (JBAC), posisi kelima Bali Heroes Archery Club dengan 1 emas dan 1 perak, posisi keenam ditempati Denpasar Archery Club (DAC) dengan 2 perak dan 4 perunggu, posisi ketujuh ditempati Arrow Archery dengan dua perak dan 1 perunggu serta posisi kedelapan bercokol Kazari Denpasar Udayana dengan raihan 1 perak.
Menurut Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Walikota Cup Panahan Infithar Fajar Putra, kekuatan para pemanah sesuai kategori masing-masing cukup ketat sehingga membuat iklim kompetisi juga sangat bagus.
“Persaingan sangat ketat di Walikota Cup panahan ini dan talenta-talenta muda yang bisa jadi akan menjadi pemanah pelapis di Porprov Bali nanti untuk Denpasar bermunculan. Ini bagus dalam membentuk tim bayangan porprov Denpasar nantinya karena banyak pilihan untuk seleksi,” tambah Fajar Putra.
Namun perolehan medali emas itu masih sifatnya sementara karena perebutan medali emas akan terus berlanjut sampai pertandingan Walikota Cup selesai pada 31 Oktober nanti.
“Sepertinya masih aka nada kejutan-kejutan yang terjadi utamanya bagi para pemanah muda karena di setiap kategori dan nomor yang dipertandingkan kualitas para pemanah tidak jauh berbeda,” demikian fajar putra. (ari)








