Tergiur Obat Kuat, Pemuda di Denpasar Dirampok Komplotan ABG

0
305
Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan beberkan pegungkapan pencurian disertai kekerasan dilakukan enam remaja.
Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan beberkan pegungkapan pencurian disertai kekerasan dilakukan enam remaja.

DENPASAR – Komplotan ABG (anak baru gede) terlibat perampokan sadis diringkus Satuan Reskrim Polresta Denpasar. Ironisnya, dari keterlibatan enam pelaku, empat orang berstatus pelajar.

Aksi kejahatan dengan modus penjualan obat kuat itu dibeberkan Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan ke awak media, Senin 11 Oktober 2021. Keenam pelaku juga dihadirkan yaitu Ananda Rahmatullah (19) dan Doni Damra (19) yang merupakan pimpinan geng. Kemudian, empat pelajar berinisial GCSF (17), MSA (15), MSW (15) dan PLD (13).

Jefriyanto (20) menjadi korban kesadisan para pelaku. Berawal dari korban tergiur membeli obat kuat yang ditawarkan Ananda melalui aplikasi MiChat. “Setelah ada kesepakatan harga, korban dan pelaku janjian untuk COD (cash on delivery) di kawasan Jalan Gunung Talang, Sabtu (2 Oktober 2021) pukul 02.56 WITA,”ujar Jansen Avitus Panjaitan didampingi Kasat Reskrim Kompol Mikael Hutabarat.

BACA JUGA:   Merasa Dijebak Karyawan, Bule Irlandia Didakwa Kasus Penganiayaan Curhat Lewat Surat

Setelah bertemu, korban terlebih dahulu diajak ngobrol sembari disuruh membuka aplikasi MiChat. Kemudian, pelaku memberikan sebuah bungkusan yang isinya hanya gabus rokok. Saat mengeluarkan dompet berisi uang Rp 3 juta, pelaku langsung merampasnya. Mereka menganiaya korban menggunakan double stick (nunchaku). “Pengeoyokan disertai pemukulan menggunakan benda tumpul itu mengakibatkan korban mengalami luka di kepala,”ungkapnya.

BACA JUGA:   Desa Adat Gianyar Minta Perlindungan Hukum ke Kapolda Bali

Belum cukup sampai disitu. Pelaku juga merampas handphone korban. Setelah pelaku kabur, pemuda beralamat di Jalan Padang Luwih, Dalung, Badung, itu melapor ke Polresta Denpasar. Tak sampai seminggu penyelidikan, polisi menerima informasi komplotan ABG itu sering kumpul di kawasan Buana Kubu, Tegal Harum, Denpasar.

Selanjutnya, pada Kamis 7 Oktober 2021 sekitar pukul 19.00 WITA, mereka akhirnya ditangkap. Saat itu, Doni Damra melawan sehingga kakinya ditembak.

Hasil pemeriksaan terkuak fakta mencengangkan. Mereka ternyata sudah 13 kali melakukan aksi pencurian disertai kekerasan yaitu di Jalan Bikini (3 kali), Jalan Mahendradatta ( 4 kali), Jalan Gunung Talang ( 5 kali) dan satu kali di Jalan Pura Demak, Denpasar. “Hasil kejahatan dipakai foya-foya. Pelaku berinisial GCSF ini juga merupakan residivis kasus Jambret yang pernah ditangkap Polsek Kuta tahun 2019 dan prosesnya melakui jalur diversi karena masih di bawah umur,”ungkap Kapolresta. (dum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

16 + 15 =