Sikapi Laporan Hoax Megawati, Polres Buleleng Lakukan Penyelidikan

0
212
Kapolres Buleleng AKBP Andrean Pramudianto saat bansos di Pantai Bina Ria Lovina

BULELENG – Polres Buleleng sikapi laporan yang diajukan oleh Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia (DPC-PDI) Perjuangan Buleleng terkait adanya dugaan penyebaran berita bohong atau hoax terhadap Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP-PDI) Perjuangan, Megawati Soekarnoputri pada sejumlah akun media sosial (medsos). Setelah mempelajari laporan, Polres Buleleng melalui penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) lanjut melakukan penyelidikan.

“Laporan yang diajukan tentu dipelajari terlebih dulu, sebelum dilakukan upaya penyelidikan sebagai bagian dari proses hukum,” ungkap Kapolres Buleleng, AKBP Andrean Pramudianto, Rabu, 15 September 2021.

Didampingi Kabag Logistik Polres Buleleng, KOMPOL Made Widana, Kapolres Andrean menegaskan, proses hukum terhadap laporan yang diajukan DPC PDI Perjuangan Buleleng, dilakukan secara profesional dan juga proporsional melalui penyidik Satreskrim Polres Buleleng.

BACA JUGA:   Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Ribuan Rokok dan Miras Ilegal Senilai Rp 1,8 Miliar

“Upaya penyelidikan terkait laporan tentang adanya dugaan berita bohong atau hoax tentang kondisi kesehatan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri, telah ditindaklanjuti dengan penyelidikan seperti meminta keterangan saksi-saksi dan pengumpulan barang bukti antara lain berupa akun twiter milik @JafarSalman23, @Icu663, @Ibnupurna, @gandawan dan @bobbyandhika7 yang mengunduh berita tidak benar atau hoax terhadap Megawati Soekarnoputri,” tandas Kapolres Andrean Pramudianto meyakinkan.

BACA JUGA:   Pasokan Seret, Agen Sorot Skema Distribusi Oksigen

Kapolres Andrean menandaskan, melalui upaya penyelidikan yang dilakukan seluruh Polres se-Bali, perbuatan melawan hukum berupa penyebaran berita bohong atau hoax pada sejumlah akun twiter dan medsos diharapkan dapat segera terungkap. Sehingga, pembuat dan penyebar berita bohong atau hoax, antara lain melalui flyer dengan Kop Surat Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jakarta yang berisikan ucapan Segenap Keluarga Besar PMI Provinsi Jakarta mengucapkan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya (foto Megawati Soekarnoputri) dapat dikenakan hukuman sesuai perundang-undangan yang berlaku.

“Penyelidikan terhadap penyebaran berita bohong atau hoax yang menyebar pada Whatsapp Group Bela Islam, disiarkan akun Youtube, Tiktok serta www.portal-islam.id dan viral di media sosial ini dilakukan karena sangat merugikan serta membuat resah jajaran partai yang dipimpin korban,” pungkasnya. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

8 + 20 =