
DENPASAR – Tak ingin ketinggalan dengan Pemkab lainnya, Pemkot Denpasar juga mencairkan uang saku Rp 5,25 juta bagi para atlet PON Bali yang berasal dari Denpasar. Sedangkan KONI Denpasar sendiri berharap para atletnya mampu menyumbangkan 14 medali emas bagi kontingen Bali.
Nominal sejumlah itu diberikan langsung Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat melepas para atlet Denpasar yang menghuni kontingen Bali untuk berlaga di PON XX/2020 yang digelar tahun 2021 di Papua Oktober 2021, di halaman Pemkot Denpasar, Kamis 16 September 2021.
Dalam acara itu, Walikota Denpasar IGN Jaya Negara menekankan pentingnya menjaga kesehatan karena para atlet Denpasar bertanding masih dalam situasi pandemi Covid-19.
“Terpenting atlet Denpasar pulang dalam kondisi sehat dan soal prestasi harus tetap berjuang maksimal,” pinta Jaya Negara.
Sementara itu Ketua Umum KONI Kota Denpasar IB Bagus Toni Astawa menambahkan, jumlah atlet yang dilepas yakni 72 atlet, 29 offisial termasuk manajer dan pelatih. Tak hanya 72 atlet Denpasar yang akan bertanding resmi di PON Papua, KONI Denpasar juga memiliki wakil 4 atlet yang akan bertanding secara eksibisi. Sementara soal target pria yang akrab disapa GusTony itu menginginkan para atlet Denpasar menyumbangkan 14 emas bagi Bali.
Menurut Gus Toni keinginan target emas itu cukup realistis dan berasal dari cabang olahraga (cabor) Kempo, Karate, Tinju, Layar, Judo, Atletik, dan Menembak. Target yang menjadi keinginannya itu meningkat dari raihan medali emas di PON Jawa Barat (Jabar) 2016 silam.
“Pada PON di Jawa Barat tahun 2016 lalu kontingen Bali menyabet 20 emas dan 12 emas di dalamnya disumbangkan oleh para atlet Denpasar. Nanti di PON Papua KONI Bali memancang target 30 emas, Denpasar ingin menyumbang hampir separuhnya,” pungkas Gus Toni. (ari)








