
DENPASAR – Para atlet PON Bali menjelang menjalankan TC Sentralisasi 3 Agustus selama dua bulan sampai berangkat ke PON XX/2021 di Papua Okober nanti, bakal disiapkan 4 kali tes. Hal itu terungkap dari sosialisasi TC sentralisasi oleh tim kesehatan KONI Bali di ruang rapat KONI Bali, Jumat 30 Juli 2021 lalu.
Para narasumber di kegiatan itu berasal dari Bali maupun dari luar Bali. Lima narasumber termasuk tim kesehatan KONI Bali itu terdiri dari dr. I Gusti Ngurah Eka Santhosa AIFO-K,CHt,Akp., Dr. Laksmi Duarsa, Sp.KK, Dr.dr Made Budiawan S.ked., M.Kes., AIFO, Apt I Putu Agus Yulyastrawan, S.Farm serta dr. A. Andi Kurniawan, Sp KO.
Seperti diutarakan salah seorang tim dokter kesehatan KONI Bali di TC sentralisasi nanti, dr. I Gusti Ngurah Eka Santhosa, para atlet dan pelatih PON Bali nanti menjalani 4 kali tes.
“Para atlet dan pelatih akan menjalani empat kali tes. Dua kali swab antigen dan dua kali tes PCR,” kata Eka Santhosa, Minggu 1 Agustus 2021.
Rinciannya, dua kali tes swab antigen itu ketika seluruh atlet dan pelatih memasuki sentralisasi. Kemudian, satunya lagi ketika memasuki sentralisasi yang kedua.
“Artinya di tengah-tengah sentralisasi nanti ada fase libur menjelang PON. Ini diberikan kepada atlet maupun pelatih untuk bertemu sanak keluarga mereka. Namun, setelah itu ketika memasuki lokasi sentralisas, wajib di tes kembali,” tegasnya.
Sedangkan untuk tes PCR lanjutnya, dilakukan ketika para para atlet dan pelatih Bali ini berangkat menuju Papua serta satunya lagi ketika akan berangkat balik menuju Bali.
“Kami ditugaskan KONI Bali untuk menyamakan persepsi saat TC sentralisasi di era pandemi. Ini memang bukan sesuatu yang biasa di tengah kondisi saat ini dan tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” tandas Eka Sathosa. (ari)








