
DENPASAR – TC Sentralisasi para atlet PON Bali di Hotel yang direncanakan mulai 3 Agustus dinilai justeru sangat melindungi atlet dalam persiapan menghadapi PON XX/2021 di Papua Oktober mendatang. Pasalnya pergerakan atlet PON akan ketat terawasi. Karena itulah KONI Bali nantinya akan tetap berjuang agar TC Sentralisasi tetap berjalan meskipun seandainya PPKM diperpanjang.
Menurut Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, PPKM level 4 sekarang ini memang diperpanjang sampai 2 Agustus, sementara TC Sentralisasi dimulai 3 Agustus. Jika nantinya diperpanjang lagi maka KONI Bali bakal berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak pemerintah dan Satgas Covid-19 Bali dengan persyaratan protokol kesehatan (Prokes) sangat ketat.
“Kami optimis saja dulu perpanjangan PPKM sampai 2 Agustus saja. Dan perpanjangan ini kan juga sedikit sudah ada kelonggaran-kelonggaran. Bahkan di Jawa Barat saja mereka tetap melanjutkan TC sentralisasi itu. Justru dengan TC Sentralisasi akan melindungi atlet PON kita sendiri,” tegas Suwandi, Senin 26 Juli 2021.
Disebutkannya, maksud TC sentralisasi melidungi atlet itu yakni atlet akan ketat diawasi pihak TC Sentralisasi di hotel, tersedia tim medis yang setiap saat bisa mengawasi kesehatan dan kebugaran atlet, prokes pastinya sangat diperketat.
“Atlet juga tidak boleh menerima tamu atau sembarangan pulang, makanan dengan nutrisi dan gizi akan tercukupi, keluar hotel hanya boleh saat jadwal latihan rutin serta kalau ada atlet kondisi kurang sehat sedikit bisa langsung diatasi tim medis. Ini beda dengan dengan latihan mandiri di rumah yang setiap saat atlet masih bisa keluar rumah meski tidak untuk kebutuhan berlatih. Kalau di TC Sentralisasi sama sekali tidak boleh keluar da tiak boleh terima tamu,” tutup mantan Ketua Umum KONI Badung itu. (ari)








