Bali Mulai Krisis Oksigen

0
18

Pasokan oxygen yang lambat dan kebutuhan meningkat, menyebabkan Bali mulai krisis oksigen.Kendaraan pengangkut oksigen dikawal ketat

DENPASAR – Belakangan ini hampir semua rumah sakit rujukan di Bali mulai kekurangan tabung Oksigen. Selain keterlambatan dalam pengiriman, juga disebabkan melonjaknya kasus covid-19 di Bali. Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya di Denpasar, Rabu 21 Juli 2021.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya, menyampaikan krisisnya oksigen tersebut dikarenakan keterlambatan pengiriman. Namun demikian sampai saat ini tidak ada rumah sakit sampai kekosongan oxygen. Keperluan akan oksigen masih bisa menutupi keperluan untuk pasien covid 19.

“Tidak ada sampai kosong, masih bisa terpenuhi,”ujarnya.

Suarjaya mengatakan keterlambatan pengiriman Oksigen tersebut dikarenakan memenuhi kebutuhan oksigen dimasa pandemi covid-19 didatangkan dari wilayah Jawa Timur.

“Tidak ada kekurangan, hanya keterlambatan pengiriman saja dari Jawa Timur,” imbuhnya.

1400 Paket Obat Bantuan Pusat Didistribusikan

Dalam menekan munculnya kasus positif Covid-19, Suarjaya berharap seluruh masyarakat Bali harus taat dan tetap disiplin dengan protokol kesehatan (Prokes). Pasien positif covid 19 yang tidak bergejala ada yang melakukan isolasi terpusat dan isolasi mandiri sehingga tidak memerlukan oxygen sebagai nafas bantuan.

“Saya berharap masyarakat tetap disiplin, taat dengan prokes sehingga terhindar dari penularan virus,” pintanya.

Seperti diketahui sampai saat ini isolasi mandiri terdapat sekitar 5000 lebih, yang sudah diberi perhatian oleh pemerintah. Menurut dr. Suarjaya perhatian pemerintah pusat dalam penanganan penderita dengan gejala ringan atau orang tanpa gejala (OTG) sudah diberikan bantuan obat.

Pemberian bantuan obat dari pusat sudah didistribusikan di seluruh Bali sebanyak 1400 paket obat untuk pasien OTG. Pemberian obat gratis yang paketnya langsung dari pusat, dikoordinir oleh TNI melalui KODAM IX Udayana atau KesDAM. Paket obat-obatan tersebut selanjutnya disalurkan oleh BABINSA yang diawasi oleh Satgas Gotong Royong Desa Adat dan Puskemas di masing-masing wilayah.

“Paket obat yang diberikan dan salurkan kepada mereka yang menjalani isolasi mandiri di Kabupaten/ Kota yang dipusatkan baik di hotel dan desa serta kecamatan,” pungkasnya. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here