
DENPASAR – Pengprov Pertina Bali akhirnya mengambil sikap jika apapun yang terjadi dengan even sport tourism Bali Boxing Day (BBD) III yang digelar pada 13 Agustus oleh Yayasan Pino Bahari Indonesia (YPBI), bukan tanggung jawab Pertina Bali.
Menurut Koordinator Tim Legal Hukum Pertina Bali I Gusti Putu Yudhi Sanjaya, induk organisasi olahraga tinju amatir di Bali itu tidak bertanggung jawab dengan BBD III karena tidak ada surat rekomendasi even ke Pertina Bali.
“Pastinya kan even itu tidak ada rekomendasi dari kami yang tujuannya untuk even legal. Jadi apapun yang berkaitan dengan even itu yang sifatnya ada sesuatu hal nantinya, kami tidak bertanggung jawab dan tidak ada kaitannya dengan kami,” ungkap Yudhi Sanjaya, Selasa 20 Juli 2021.
Hal itu ditegaskan, karena jika ada hal yang tak diinginkan terjadi, biasanya pihak terkait akan selalu melihat dan menanyakan kepada induk olahraga itu sendiri. Jika tinju diakuinya pasti Pertina Bali.
“Kami tegaskan kembali soal kami tidak bertanggung jawab karena jangan sampai jika ada apa-apa maka kami yang akan ditanya,” tegas Yudhi Sanjaya.
Sejatinya lanjutnya, Pertina Bali selalu wellcome dengan semua pihak yang membuat even tinju di Bali. Bahkan baru-baru ini adanya tinju di Mirah Boxing Camp di Kuta, Pengurus Pertina Hadir di even itu.
“Ya kami pengurus Pertina Bali bahkan bapak Ketua Umum langsung datang kesana karena mereka memiliki itikad baik dengan silaturahmi kepada Pertina Bali. Kami selalu senang kok kalau diajak bareng-bareng membesarkan tinju di Bali,” papar Yudhi Sanjaya.
Hal itu yang tidak dilakukan YPBI maupun panitia BBD III dan hanya mengirimkan surat pemberitahuan pada 16 Juli lalu, setelah statement pihak tersebut menyatakan jika tidak memerlukan rekomendasi Pertina Bali. (ari)








