
DENPASAR – Target 4 medali emas untuk bisa diraih pada PON XX/2021 di Papua pada 2-15 Oktober medatang, dirasakan berat untuk direalisasikan tim pencak silat PON Bali. Pasalnya PPKM Darurat yang membuat akhirnya para pesilat PON Bali harus berlatih mandiri di perguruan masing-masing.
“Ya memang berat karena PPKM darurat menjadi kendala tersendiri seperti harus latihan mandiri, meskipun kami tetap menjalankan sesuai dengan aturan pemerintah,” kata pelatih kepala tim pencaksilat PON Bali, IGM Gusti Made Semarajaya, Senin 5 Juli 2021.
Dengan segala keterbatasan yang ada saat ini diakuinya, maka program-program yang sudah dijalankan dan masih belum maksimal pastinya harus kembali mundur. Padahal program latihan sudah dirancang dengan baik dan bagus.
“Ya kami hanya bisa bagaimana meraih medali emas saja nantinya tapi kami belum berani memastikan jumlahnya. Pasalnya juga kondisi sekarang amsih tak menentu. Tapi kami akan tetap berjuang ekstra keras untuk meraih emas, meski ada orientasi pada faktor keberuntungan,” beber Semarajaya.
Dirinya juga mengimbau para pesilat PON harus tetap menjaga imunitas dan pola makan di masa pandemi. Bila melaksanakan latihan mandiri, sebaiknya dilakukan di areal terbuka agar dapat menyerap sinar matahari dan mengedepankan protokol kesehatan.
“Dengan sisa waktu yang relatif singkat ini, kami imbau para atlet maupun pelatih yang mendampingi agar tetap menjaga imun, pola makan, dan istirahat yang cukup, kalau berlatu=ih nanti di pilih tempat terbuka agar bisa kena sinar matahari,” pungkas Semarajaya. (ari)








