
DENPASAR – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Bidang Koordinasi Relawan Satuan Tugas Covid-19 Nasional menyelengarakan pelatihan peningkatan kapasitas relawan yang dilaksanakan oleh secara virtual. Pelatihan ini m menyasar di 2 Provinsi yaitu Bali dan Banten dengan menunjuk masing-masing tiga kabupaten, dan untuk di Bali ditunjuk Tabanan, Jembrana, dan Buleleng. Pelatihan relawan tersebut melibatkan sekurang-kurangnya 25 Organisasi Kemasyarakatan dan Lembaga Kebencanaan Mitra BKR, termasuk Gerakan Pramuka ikut serta sebagai peserta pelatihan.
“Dari Bali sebanyak 165 orang anggota pramuka penegak, pandega dan pembina dari Bali yang diwakili Kwartir Cabang Buleleng, dengan 65 peserta, Tabanan 50 orang dan Jembrana 50 orang mengikuti kegiatan tersebut,” ungkap Ketua Kwarda Bali, Made Rentin, Senin 14 Juni 2021.
Rentin yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) provinsi Bali menambahkan, pelatihan ini sebagai upaya peningkatan kapasitas dalam membantu Satgas dalam 4 (empat) hal yaitu : 1). pencegahan yaitu membantu lakukan sosialisasi prokes 3 M (kita di Bali 6 M), 2). Penanganan yaitu membantu optimalkan 3 T, 3). Pembinaan yaitu ikut serta dalam operasi gabungan penegakan disiplin, dan 4). pendukung yaitu melakukan pelaporan data. Berkenaan dengan poin 4 dimaksud, action nya adalah ditunjuknya setiap anggota pramuka sebagai duta perubahan perilaku, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya prokes. selama ini sudah banyak anggota pramuka lakukan edukasi, tapi belum optimal dalam menyampaikan laporan, yaitu melalui aplikasi Bersatu Lawan Covid-19 pada bidang tugas “Lapor Program Bidang Perubahan Perilaku.”
“Oleh karena itu, saya mengajak kepada seluruh anggota pramuka, agar tergabung menjadi relawan, masuk dan mendaftar lewat aplikasi BLC, kemudian kegiatan kita dalam mengedukasi masyarakat tentang Prokes agar dilaporkan secara rutin sehingga progres dan perkembangan edukasi terjadi peningkatan,” tegasnya.
Tiap kwartir daerah diharapkan oleh kwartir nasional sebanyak 18.000 anggota pramuka sebagai duta perubahan perilaku, dan data terakhir di Kwarda Bali baru masuk dan teregristasi 592 orang dan hanya belasan saja yang menyampaikan laporan secara online lewat aplikasi.
“Saya sendiri KaKwarda sejak awal sudah sebagai Duta Perubahan Perilaku karena memang keseharian bertugas sebagai satgas, tiap hari selalu memberikan laporan berupa kegiatan edukasi dan sosialisasi yang dilengkapi dengan foto-foto, harapan saya dan sekaligus mengajak semua anggota pramuka di bali, yuuuk kita semua registrasi / mendaftar sebagai DPP dan lanjut melakukan sosialisasi serta yang paling utama adalah memberikan laporan secara rutin, ” imbuhnya.
“Di sisi lain, anggota pramuka diharapkan mendukung capaian program vaksinasi, dengan lebih fokus mengajak lansia untuk mendapatkan suntikan vaksinasi,” tegas sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Bali ini.
Dikatakan, saat ini kasus Covid-19 di Bali sudah melandai dan ke depannya kondisi ini diharapkan bisa terus dipertahankan dan bahkan terus diturunkan sehingga masyarakat segera bisa beraktifitas secara normal dan perekonomian Bali segera bangkit. Semua ini terjadi karena kerja keras bersama, kerja gotong royong semua pihak, baik Pemerintah, satgas, masyarakat, dan organisasi kepemudaan termasuk di dalamnya pramuka.
“Sebagai organisasi pemuda penerus bangsa, pramuka harus memiliki memiliki kepekaan terhadap kondisi bangsa dan negara sehingga bisa mengambil peran utama untuk ikut memberi sumbangsih kepada bangsa dan negara, pungkasnya. (arn)








