Anjing K-9 BNNP Bali Gagalkan Penyelundupan 44 Kg Ganja Dalam Karung Pakaian Bekas

0
932
pengungkapan ganja
Kepala BNNP Bali Brigjen Gde Sugianyar (tiga dari kanan) beberkan barang bukti ganja yang dipasok bandar GW (tiga dari kiri).

BADUNG – Tim gabungan Direktorat Penindakan dan Pengejaran Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan BNNP Bali menggeledah truk Isuzu elf nopol B 9727 KXT di Terminal Tipe A Mengwi, Badung, Senin 14 Juni 2021 pukul 02.00 WITA. Hasilnya, petugas menemukan 22 paket ganja diperkirakan seberat 44 kilogram.

Anjing K-9 BNNP Bali mengendus ganja dimasukkan dalam karung berisi pakaian bekas.

Truk perusahaan jasa ekspedisi itu dikemudikan Manihar Hasibuan (30) yang berangkat dari Medan, Sumatera Utara, Selasa 8 Juni 2021. Petugas membuntuti kendaraan dari Pelabuhan Merak, Banten, sesaat setelah menangkap bandar berinisial GW bersama istrinya di wilayah Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu 12 Juni 2021.

Pantuan WARTA BALI, penggeledahan truk di Terminal Mengwi dipimpin Kepala BNNP Bali Brigjen Gde Sugianyar Dwi Putra. Bahkan, petugas juga mengerahkan seekor anjing K-9. Satu persatu karung berisi pakaian bekas diturunkan, disaksikan tersangka GW bersama istrinya yang masih berstatus saksi.

Setelah barang diturunkan, anjing K-9 terlihat aktif mengitari seluruh karung hingga akhirnya menggaruk-garuk lima karung. Penciuman hewan cerdas itupun terbukti. Petugas mendapati paket ganja yang masing-masing beratnya 2 kilogram terselip di antara pakaian bekas. Nilai barang bukti diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar.

Kepala BNNP Bali Brigjen Gde Sugianyar mengungkapkan, terungkapnya penyelundupan ganja melibatkan bandar GW berdasarkan hasil pengembangan terhadap beberapa kasus. “Dia (GW) sudah lama menjadi target operasi dan terindikasi menjadi pemasok terbesar untuk ganja ke Bali,”tegas Sugianyar didampingi Kabid Berantas BNNP Bali I Putu Agus Arjaya.

Hasil pengembangan tersangka GW, didapat informasi adanya pengiriman paket ganja menggunakan jasa ekspedisi. “Tujuan terakhir ganja ini memang di Bali dan kami masih terus melakukan pengembangan karena tidak menutup kemungkinan ada anggota jaringan tersangka di Bali,”beber Sugianyar sembari menegaskan kembali dari pengungkapan ganja ini menyelamatkan kurang lebih 20.000 orang dari bahaya narkoba.

Sementara itu, Manihar Hasibuan mengaku tidak mengetahui barang yang dibawanya ke Bali berisi narkoba jenis ganja. Ia membawa barang dari Medan, Sumatera Utara, dan sempat singgah membawa paket berisi buah-buahan di Jakarta. “Sempat deg-degan juga pak karena diikuti petugas dan sampai sini (Terminal Mengwi) ternyata barang yang saya bawa berisi ganja. Saya tidak tahu itu isinya ganja dan baru pertama ke Bali,”ucapnya. (dum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here