Waduh ! Gangguan Listrik Naik 300 Persen Akibat Layangan

0
102
Manager Komunikasi PLN UID Bali, I Made Arya memberikan keterangan pers, Rabu 9 Juni 2021.

DENPASAR – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali mencatat dalam tiga tahun terakhir terjadi 380 gangguan listrik atau meningkat 300 persen. Faktor utama karena layang-layang.

Manager Komunikasi PLN UID Bali I Made Arya menyebutkan, tahun 2019 terjadi 72 gangguan listrik. Tahun 2020 naik 291 kasus dan per 6 Juni 2021 ada 17 gangguan listrik. “Layangan nyangkut di jaringan PLN menempati ranking pertama terjadinya pemadaman listrik. Sedangkan gangguan akibat cuaca ekstrem, alam dan sebagainya cukup rendah, ” ujar I Made Arya kepada wartawan, Rabu 9 Juni 2021.

Terkait nilai kerugian gangguan listrik akibat layangan, I Made Arya belum bisa memastikan.”Kerugian nominal belum kita hitung. Misalnya tahun lalu kejadian layangan menimpa gardu di kawasan Benoa kerugiannya kurang lebih Rp 70 juta karena harus mengganti gardu. Kalau listrik padam sudah pasti kerugianya memengaruhi penjualan listrik,”tegasnya.

Pada kesempatan itu, ia mengimbau masyarakat yang hobi bermain layangan agar mencari tempat aman atau jauh dari jaringan PLN untuk keamanan dan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.”Kami bukan melarang masyarakat main layangan, tapi diharapkan mencari tempat aman dan jauh dari jaringan listrik atau jalan raya. Layangan juga jangan diinapkan karena bisa jatuh saat subuh,” harapnya.

Ia juga meminta masyarakat yang melihat layangan nyangkut di jaringan listrik agar menghubungi layanan PLN di nomor 123. “Sangat berbahaya kalau mengambil layangan nyangkut di kabel listrik. Jadi, silakan hubungi PLN atau membuka aplikasi New PLN mobile,” tandasnya. (sur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here