
JEMBRANA – Seorang penggali sumur Wayan Sujana (57) tewas tertimbun didalam sumur yang digalinya Sabtu 29 Mei 2021, sekira pukul 13.30 WITA. Kecelakaan kerja yang menewaskan buruh asal Kelurahan Dauh Waru, terjadi di kediaman I Gusti Putu Sujendra (74) di Banjar Anyar, Kampung Saba, Desa Air Kuning. Korban bekerja bersama dua rekannya I Komang Adi (25) (anak korban), I Gede Sudiana (49) (sepupu korban) keduanya tinggal di Banjar Pangkung Gondang, Kelurahan Sangkaragung.
Ketiganya memulai pekerjaan menggali sumur, Jumat, 28 Mei 2021 kemarin. Dihari pertama, mereka kerja hanya setengah hari, lantaran turun hujan deras di wilayah itu. Sabtu, 29 Mei 2021 mereka melanjutkan lagi dari pagi hingga siang. Setelah istirahat siang sekira jam 13.00 WITA, mereka kembali melanjutkan menggali sumur sampai sedalam enam meter. Korban di bawah, sementara anak dan sepupunya bertugas mengangkat tanah dan batu ke atas. Saat korban hendak istirahat, bergiliran dengan anaknya melakukan penggalian sekitar pukul 13.30 WITA dan terjadi kecelakaan. Dinding sumur tiba tiba runtuh hingga menimbun tubuh korban sampai terkubur.
Mengetahui tanah ambles, sedangkan korban masih dibawah, kedua saksi meminta pertolongan kepada pemilik rumah dan warga sekitar. Selang beberapa saat, petugas gabungan Basarnas BPBD, Polres Jembrana serta dibantu warga tiba di lokasi dan langsung melakukan evakuasi. Evakuasi berjalan alot karena tanah labil habis terkena hujan yang turun sehari sebelumnya. Evakuasi memakan waktu 8 jam. Setelah tubuh korban diangkat dari sumur sedalam sekitar 6 meter, korban sudah meninggal.
“Saat ditemukkan korban sudah meninggal. Korban diduga mengalami hipoksi atau kekurangan oksigen karena tertimbun tanah bercampur batubata cukup lama,” ungkap Kepala Pos Pertolongan dan Penyelamatan SAR Jembrana, Dewa Hendri Gunawan.(ara)








