
KLUNGKUNG – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta memilih focus membangun Klungkung lewat jalur politik dengan kendaraan PDIP.
Ia akhirnya angkat bicara soal kabar berlabuh di kandang banteng, sebutan partai pemenang Pemilu 2019 ini. Suwirta kepada wartawan membenarkan kalau dirinya sudah bergabung dengan PDIP. Bahkan ia mengatakan sisa dua tahun masa pemerintahannya, ia akan focus menuntaskan program-program yang masih tersisa melalui jalur politik. Terus apa alasan Suwirta memilih berlabuh di PDIP ?. Pria asal Ceningan Nusa Penida yang dikenal kaya ide dan inovasi serta pekerja keras ini mengatakan, semua harus ada pilihan dan pilihan bergabung dengan PDIP bagian dari hak politik pribadinya.
“Sebenarnya saya tidak ingin banyak komentar soal bergabungnya saya di PDIP. Saya justru ingin focus membangun Klungkung di sisa masa tugas saya. Memang saya sudah di PDIP dan itu bukan rahasia lagi. Itu urusan politik saya secara pribadi, sebagai tempat perjuangan melaksanakan tugas,” tandas Suwirta,Minggu 2 Mei 2021. Ia pun minta soal dirinya bergabung dengan PDIP, partai besutan Megawati Soekarno ini, tidak dibahas lagi.
“Saya masih junior masih belajar. Saya hanya fokus melaksanakan tugas sebagai bupati. Urusan nanti biarkan partai lah kemana cocoknya. Fokus melaksanakan tugas dan masih belajar adaptasi,” katanya. Ia menyampaikan, semua partai politik bagus, hanya saja komunikasi dirinya dengan personel pengurus partai (PDIP) sudah terjalin sejak awal dirinya keluar dari Partai Gerindra, partai yang sempat mengusung dirinya terpilih dua kali sebagai bupati Klungkung berpasangan dengan I Made Kasta sebagai wakil bupati Klungkung.
“Pada intinya tidak ada partai jelek. Sebagai bentuk hak politik secara pribadi,
hak-hak politis harus saya tentukan,” ujar Suwirta yang pernah belasan tahun sebagai manajer koperasi ini. Ia pun menyatakan sampai saat ini masih menjalin komunikasi dengan para pengurus Partai Gerindra. “Saya dan teman di Gerindra dan pak wakil (Kasta) baik-baik saja. Meskipun saya dan pak wakil sekarang beda partai, kami tetap jadi satu. Mengelola pemerintahan kalau melihat beda partai, nanti jadi tidak baik,” ungkap Suwirta.
Sementara wakil sekretaris DPD PDIP Bali Tjokorda Gde Agung yang juga anggota DPRD Bali asal dapil Klungkung mengaku belum tahu persis soal bergabungnya Suwirta ke PDIP. “Saya baru datang dari luar daerah. Makanya saya berani komentar, coba Senin saya cek dulu ke DPD. Banyak teman -teman wartawan yang nanya ke saya, saya bilang belum tahu pasti,” kata Tjokorda Gde Agung. Sebelumnya dikabarkan Suwirta sudah menerima kartu tanda anggota (KTA) PDIP dari Ketua DPD PDIP Bali I Wayan Koster, saat acara partai di Karangasem, Sabtu 1 Mei 2021. Suwirta pun tampak menggunakan kain endek warna merah berfoto dengan Bupati Karangasem I Gede Dana yang juga kader PDIP. (yan)








