
GIANYAR – Bupati Gianyar I Made Mahayastra berencana menyatukan patung Mahapatih Amangku Bumi Gajah Mada dengan Mahapatih Bali Mule Kebo Iwa dalam satu taman saling berangkulan. Patung tersebut berdiri di Pasar Umum Blahbatuh.
Menurut Mahayastra, kedua tokoh besar tersebut memiliki karakter yang bisa dijadikan inspirasi oleh masyarakat dan generasi ke depannya. “Gajah Mada dengan kepintarannya dan kecerdikannya dalam menyatukan nusantara. Sementara Kebo Iwa dengan integritasnya, pengabdiannya dan rela berkorban yang bisa kita teladani,” katanya, Senin 12 April 2021.
Tak hanya itu, patung penglingsir dari Puri Agung Gianyar dan Puri Agung Ubud juga didirikan. “Sebalah barat Puri Gianyar akan kita kembalikan seperti dulu menjadi bencingah puri, disana juga akan ada patung penglingsir puri Gianyar, di Ubud juga kita dirikan patung penglingsir Puri Ubud,” jelasnya.
Di bawah kepemimpinan Mahayastra, Kota Gianyar diharapkan menjadi pusat ekonomi dan hiburan masyarakat Bali Timur. Salah satu pembangunan yang jadi idaman di masa depan yakni berdirinya sebuah Mall di sebelah barat Puri Gianyar atau di lahan swalayan Hardys. Menurutnya, Mall itu takkan kalah mewah dari mall di Denpasar. Bahkan, ia berangan-angan Kota Gianyar menjadi tempat singgah masyarakat di Bali Timur. Apalagi, wajah kota saat ini sudah dipercantik dengan adanya alun-alun.
“Kota Gianyar akan hidup 24 jam, tertata, nyaman. Ada bioskop, cafe. View nya ke Puri dan Alun-alun,” ujarnya. Beragam merk terkenal, kata Mahayastra juga sudah siap dijajakan. “Harga satu setengah juta ke bawah lah. Pokoknya tampilan Gianyar harus terbaik,” ujarnya optimis. (jay)








