
DENPASAR – Palang Merah Indonesia (PMI) Bali sampai saat ini belum memiliki gedung yang representatif. Guna mewujudkan pembangunan gedung PMI Bali yang baru, Ketua Bidang Kemitraan dan Kerjasama PMI Bali, Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi minta dukungan sekaligus mohon rekomendasi pada pimpinan DPRD Bali, Kamis 8 April 2021.
Seusai pertemuan Diah Werdhi Srikandi yang juga anggota DPRD Bali Dapil Jembrana ini mengatakan pada pertemuan dengan Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama, PMI Bali yang selama ini berkantor di Jalan Imam Bonjol Denpasar, berkeinginan untuk memanfaatkan lahan milik Pemprov Bali seluas 37 are yang ada di Tembau, Penatih Denpasar. Selama ini lahan milik Pemprov tersebut dimanfaatkan oleh organisasi kepemudaan yakni Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) akan dijadikan markas center PMI Bali.
Menurutnya Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Artha Ardhana Sukawati juga telah meninjau lokasi yang dimohonkan oleh PMI Bali. Pihaknya berharap, setelah adanya lampu hijau dari eksekutif, politisi PDIP asal Jembrana ini menginginkan agar rekomendasi dari DPRD Bali segera diturunkan.
“Kami minta dukungan penuh dari bapak Ketua DPRD Bali, beliau juga sebagai Ketua Dewan Kehormatan PMI Provinsi Bali, kami berharap rekomendasi segera turun,” pintanya.
Sementara hasil koordinasi yang dilakukan oleh Tim pembangunan PMI Bali dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Bali, sedang dilakukan penilaian/penetapan aset. Hal itu dikarenakan, eks gedung KNPI Bali ini rencananya akan dimanfaatkan untuk pembangunan gedung sekolah luar biasa (SLB) dan PMI.
Pihaknya berharap keberadaan lahan milik Pemprov Bali tersebut bisa dimanfaatkan untuk pembangunan markas PMI Bali ini. Sehingga anggaran pembangunannya bisa segera dirancang pada APBD Bali. Sementara gedung PMI Bali yang ada di Imambonjol Denpasar nantinya menurut rencana akan ditata kembali dan dimanfaatkan untuk Unit Distribusi Darah (UDD).
“Kantor PMI di Imambonjol jaraknya sangat dekat dengan Rumah Sakit sehingga rencananya kita tata kembali untuk UDD,” pungkasnya. (arn)








