
DENPASAR – Dua petinju PON Bali Kornelis Kwangu Langu dan Cakti Dwi Putra akhirnya lolos Pelatnas setelah keduanya tampil di Seleksi Nasional (Seleknas) Pelatnas yang digelar di Mabes Angkatan Udara (AU) Jakarta Timur, yang berakhir Minggu 28 Maret 2021 malam. Hasilnya Kornelis meraih emas dan Cakti menyabet perak.
Menurut pelatih tim PON Bali Julianus Leo Bunga, Kornelis di final menumbangkan petinju NTT yakni Mario Blasius Kali di final kelas Layang (49 kg). Sedangkan Cakti Bali kalah kontroversial di final dari petinju Lampung yakni Rusdianto Suku di kelas menengah (75 kg).
“Kalau Kornelis meraih emas di final karena memang sampai saat ini di Indonesia di kelasnya, Kornelis tetap yang terbaik jadi wajar, sedangkan untuk Cakti Dwiputra ini yang kontroversial kekalahannya di final lantaran banyak nilai yang tak ditulis oleh wasit atau juri. Padahal Cakti menghajar lawannya sampai lawannya grogi. Tapi nyatanya nilainya justeru sedikit,” kata Julianus Leo Bunga, yang sudah tiba di Bali bersama Kornelis Kwangu Langu, Cakti Dwi Putra dan Julio Bria, Senin 29 Maret 2021.
Dengan demikian hanya Julio Bria yang turun di kelas bantam (55 kg) saja yang gagal tembus Pelatnas.
“Pastinya keduanya baik Kornelis dan Cakti kini hanya tinggal menunggu kembali nanti kapan di panggil lagi untuk bergabung dengan pelatnas,” tambah Julianus.
Apakah seperti Cakti yang meraih perak hanya menjadi petinju cadangan di pelatnas sementara emas petinju inti ? Julianus menegaskan tidak ada istilah itu karena keduanya masih dilihat perkembangan kualitasnya selama ikut pelatnas. (ari)








