
MANGUPURA – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung mencatat adanya peningkatan volume sampah seusai pelaksanaan Hari Raya Nyepi. Prosentase peningkatan mencapai 10 persen.Peningkatan volume terjadi lantaran banyaknya sampah bekas upacara.
Kabid Pengelolaan Kebersihan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun DLHK Badung A.A Gede Agung Dalem menjelasakan, peningkatan volume sampah sebanyak 10 persen pada wilayah permukiman penduduk asli, dan dekat pura. Namun khusus pada warga pendatang sampah malah mengalami penurunan.
“Jimbaran dan Kedonganan ada peningkatan hingga 3 meter kubik, Nusa Dua meningkat 2 meter kubik. Sedangkan di Dalung justru terjadi penurunan volume sampah,”ungkap Gung Dalem, Selasa 16 Maret 2021. Pada hari normal atau biasa, volume sampah di Badung sekitar 125 ton atau belum termasuk sampah pantai. Namun pasca hari raya nyepi terhitung sampah mencapai 138 ton.
Untuk pengangkutan sampah paska Nyepi, menurut Gung Dalem sudah dilakukan mulai Senin 15 Maret 2021 kemarin. Hanya saja saat ini juga ada pengangkutan sampah rumah tangga milik warga Badung. Pengangkutan sampah dimulai sekitar pukul 05.00, dengan mengarahkan 40 armada dan ratusan petugas.
Selain 40 armada, pengangkutan sampah juga menggunakan 7 unit armroll dan 10 mobil pick up. Sehingga pengangkutan tidak dilakukan berulang-ulang.
“Pengangkutannya dibagi menjadi dua yakni Badung utara dan selatan. Untuk yang Badung Selatan sampahnya pun dibuang ke TPA Suwung, dan Badung utara sampahnya di bawa ke TPST Sementara di Mengwitani,”pungkasnya. (lit)








