
DENPASAR – Munculnya kabar jika PON Papua terancam ditunda akibat Covid-19 meningkat di provinsi tuan rumah PON XX/2021 itu dari jadwal digelar pada Oktober mendatang, nampaknya tidak membuat optimisme tim bulutangkis PON Bali menurun. Bahkan sinyal positif dirasakan kian kuat jika PON Papua tetap digelar sesuai rencana sebelumnya.
Seperti diutarakan Ketua Umum Pengprov PBSI Bali Wayan Winurjaya, meski kemungkinan ada pengaruh terhadap psikologis baik pengurus PBSI maupun tim bulutangkis PON Bali, namun itu tak menggoyahkan tekad besar mereka untuk tetap menjalankan Pelatihan Provinsi (Pelatprov) PON Bali sepekan tiga kali.
“Mungkin ada pengaruh psikologis itu tapi snagat kecil dan pastinya lama kelamaan akan hilang. Kalau kami tetap optimis PON Papua digelar sesuai jadwal awal yakni Oktober ini. Apalagi sinyal dari PB PBSI sangat positif yakni dengan terbentuknya Dewan Pengawas PB PON cabang olahraga (cabor) buutangkis yang terdiri 10 orang dan salah seorang didalamnya itu saya sendiri,” tegas Winurjaya didampingi Wakil Ketua II Candra Kusuma dan Sekretaris Umum (Sekum) PBSI Bali IGB. Arya Candra Palasara, Senin 1 Maret 2021.
Lantas bagaimana seandainya jika nantinya PON Papua digelar tapi tanpa penonton ? Winurjaya mengaku jika hal itu tiak menjadi masalah baginya. Hal itu dimaklumi karena memang masih dalam kondisi pandemi.
“Tidak masalah bagi kami karena seperti kejuaraan bulutangkis internasional yang sudah digelar seperti salah satunya di Thailand lalu, juga tidak ada penontonnya. Intinya terpenting aman dan sehat bagi semuanya. Kami tuggu saja apakah ada perubahan untuk gelaran atau tidak soal PON Papua nantinya, terpenting Pelatprov tetap kami jalankan,” pungkasnya. (ari)








