Capaian Vaksinasi Covid-19 di Denpasar dan Bangli Paling Rendah

0
40
KEJAR TARGET ; Vaksinasi Covid-19 bagi Nakes dilakukan di tiga lokasi salah satunya di wantilan gedung DPRD Provinsi Bali

DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kesehatan menggelar penyuntikan vaksin Covid-19 massal bagi tenaga kesehatan (Nakes) selama dua hari, 4-5 Pebruari dengan tiga lokasi. Ketiga lokasi tersebut di Wantilan DPRD Bali, Kampus Poltekes Denpasar dan Parkir utara Gedung Sewaka Dharma Lumintang. Hal ini dilakukan secara khusus, lantaran capaian vaksinasi di Denpasar masih sangat rendah jika dibandingkan dengan target yang diharapkan.

Rendahnya capaian target penyuntikan valsin kepada nakes di Denpasar salah satu penyebabnya, jumlah nakes terbanyak di Bali ada di Ibukota Provinsi Bali di Denpasar.

Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra yang langsung memantau pelaksanaan vaksinasi massal di Wantilan DPRD Bali, Kamis, 4 Februari, di Denpasar tingkat capaian masih rendah pada tahap kedua sehingga Provinsi Bali menggelar selama dua hari penyuntikan massal dengan harapan capaian prosentase bisa meningkat. Progresnya hingga Rabu 3 Februari 2021, baru mencapai 57 persen, nomor dua terbawah di Bali. Kalau proses vaksin secara regular di tempat tenaga kesehatan tersebut diandalkan dipastikan tidak akan mencapai target. Sementara pada pertengahan Pebruari tahun 2021 ini vaksinasi tahap satu sudah harus selesai.

“Ini salah satu cara melakukan akselerasi percepatan proses vaksinasi bagi tenaga kesehatan. Progres Denpasar per kemarin 57 persen, itu nomor dua terbawah di Bali, paling terbawah capaiannya Kabupaten Bangli 38 persen,” jelasnya.

Dewa Indra mengatakan capaian rata-rata vaksinasi di Bali sudah berjumlah diatas 60 persen dan Denpasar yang belum optimal. Sementara di Denpasar sendiri menjadi salah satu wilayah pertama yang mendapatkan vaksin dari pusat.

“Badung dan Gianyar sudah di atas 60 persen. Denpasar masih belum, padahal ini pertama. Justru kabupaten lain yang belakangan dapat vaksin capaiannya lebih tinggi,”imbuhnya.

Dewa Indra berharap, semua tenaga kesehatan bisa berdatangan ke tempat dilaksanakannya penyuntikan massal selama dua hari mulai Kamis hingga Jumat, 5 Fabruari 2021 besok. Pihaknya optimis agar waktu selama dua hari ini bisa tuntas, sebab dari 13.000 nakes hanya baru 7.500 yang telah divaksinasi.

“Se-Bali diangka 56,14 persen. Khusus di Denpasar 57,75 persen di bawah capaian Provinsi Bali,” tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya menjelaskan, permasalahan Nakes saat proses vaksinasi lebih banyak dikarenakan hipertensi saat pemeriksaan sehingga batal divaksin. Hal ini bisa dikarenakan ketegangan dan Nakes bersangkutan tidak siap untuk divaksin. Akibatnya, banyak yang gagal melaksanakan penyuntikan vaksin. Semestinya, kalau itu terjadi langsung dilakukan pengobatan dan selama dua tiga hari saat sudah sembuh, langsung minta divaksin kembali dan jangan menunda terus.

“Kalau ada hipertensi berobat saja, dua sampai tiga hari setelah itu bisa divaksin. Ada beberapa hipertensi, dia minum obat, divaksin normal dan baik-baik saja. Sesuai pengalaman setelah divaksin tidak ada masalah dan semua baik-baik saja,” pungkasnya. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here