Penulis Muda Sastra Bali Modern Alit Juliartha Berpulang

0
67
Almarhum I Komang Alit Juliartha (foto/FB).

DENPASAR- Dunia sastra Bali modern berduka. Sosok penulis muda produktif asal Kubu, Bangli, I Komang Alit Juliartha meninggal dunia di ruang isolasi RSU BMC Bangli, Jumat (29/1/2021) sekira pukul 05.49 WITA.

Salah seorang kerabat Gede Angga Para Darma menuturkan Alit Juliartha dirawat sejak seminggu di RSU BMC Bangli. “Kata adiknya, Bli Alit sakit radang paru,” kata Angga.

Almarhum adalah penerima penghargaan hadiah Sastra Rancage tahun 2015 dari Yayasan Kebudayaan Rancage Bandung untuk bukunya berjudul Swecan Widhi. Menurut penulis Bali IDK Raka Kusuma, Alit Juliartha merupakan sosok yang ulet dan tekun. Bahkan, sambil bekerja di kapal pesiar, mendiang mampu menelorkan sebuah buku berjudul Ling yang merupakan kumpulan cerpen berbahasa Bali.”Alit selalu belajar hal-hal baru dalam menulis dan produktif,” katanya.

Raka Kusuma menuturkan, Alit sempat memberi kabar jika dirinya sedang dirawat di rumah sakit pada 25 Januari. “Dia saat itu sudah seminggu di rumah sakit. Saya kasi dia semangat agar jangan sampai imun tubuhnya menurun,”ucapnya.

Buku sastra Bali Modern karya almarhum I Komang Alit Juliartha.

Sementara, rekan sekomunitasnya di Bangli Sastra Komala, IGA Darma Putra mengaku kaget mendengar kabar Alit yang selama ini dikenal sebagai sosok yang semangat dan humoris meninggal. Tahun ini, almarhum berencana menerbitkan buku kumpulan cerpen, serta sedang menggarap novel berbahasa Bali. Ia juga rencana menerbitkan buku tentang perjalannya selama bekerja di kapal pesiar. “Mau menerbitkan buku tentang perjalanannya bekerja di kapal, tapi masih ada revisi. Pelan-pelan dulu,” kenang Darma Putra.

Alit mengatakan menulis untuk beryadnya apalagi sastra Bali modern takkan mendatangkan finansial. “Dia bilang bisanya cuma nulis dan terus menulis untuk beryadnya dan mencari teman,”ucap Darma.

Alit Juliartha merupakan lelaki kelahiran 15 Juli 1991.Ia mulai menulis sastra Bali modern sejak kuliah dan sudah menerbitkan tiga buku sastra Bali modern yakni Swecan Widhi berupa kumpulan cerpen, Satyaning Ati (sebuah novel), dan Ling (kumpulan cerpen). Bahkan Alit tercatat sebagai penulis novel berbahasa Bali termuda dalam sejarah sastra Bali modern. (sur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here