PPKM Tak Signifikan Tekan Covid-19, Denpasar Terapkan PKM Tingkat Banjar Selama Sebulan

0
212
Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Denpasar. (Foto: Dok.)

DENPASAR – Selama sepekan penerapan PPKM di Kota Denpasar tak berdampak signifikan terhadap penurunan angka positif Covid-19. Sebaliknya, terjadi penambahan kasus setiap harinya. Per Minggu (17/1/2021) tercatat 78 orang di 33 desa/kelurahan terpapar Virus Corona. Sedangkan pasien sembuh bertambah 19 orang.

Menyikapi kondisi tersebut, seluruh kelurahan/banjar adat di Kota Denpasar kembali menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) selama sebulan mulai hari ini, Senin (18/1/2021).”Penerapan PKM untuk mendukung program PPKM pusat. Pelaksanaannya lebih pada pengawasan protokol kesehatan di tempat usaha, perkantoran, pasar, dan jalan,” ujar Plt. Kabag Hukum Setda Kota Denpasar Komang Lestari Kusuma Dewi, Senin (18/1/2021).

Pelaksanaan PKM melibatkan Satgas Covid-19 bersama pecalang, limas, aparat desa, serta unsur terkait lainnya. Seperti di Desa Adat Panjer bersinergi dengan Kelurahan Panjer mengintensifkan posko di sembilan banjar dijaga 10 orang dibagi dalam dua shift. “Kami melakukan pengawasan dan monitoring tempat usaha untuk memastikan penerapan maupun ketersediaan sarana protokol kesehatan, termasuk pembatasan jam operasional sampai pukul 21.00 WITA. Kemudian, pengawasan juga dilakukan ke rumah-rumah kos,”ujar Bendesa Adat Panjer AA Oka Adnyana.

Semetara, Lurah Panjer Made Suryanata menyampaikan, PKM di wilayahnya lebih kepada penekanan sidak. “Bagi yang jaga pagi sampai sore lebih kepada sidak masker. Sedangkan jaga sore sampai malam melakukan sidak jam tutup tempat usaha,” tandasnya. (sur,dum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here