Pesan Terakhir Pramugari Sriwijaya Air Mia Tresetyani, Minta Ayahnya Membersihkan Rumah

0
743
Pramugari Mia Tresetyani Wadu bersama ayahnya. (foto/istimewa).

DENPASAR – “Mama, Bapak, saya tugas dulu”, demikian komunikasi terakhir pramugari Mia Tresetyani Wadu (23) dengan orang tuanya, Zet Wadu yang tinggal Jalan Tukad Gangga, Renon, Denpasar. Wanita berparas cantik itu merupakan salah satu kru pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021).

Mia merupakan anak bungsu dari dua bersaudara asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejak kecil, ia tinggal di Denpasar dan juga bagian dari keluarga besar Flobamora Kolorai Hawu Bali. “Benar, Mia adalah keponakan saya yang ikut di pesawat Sriwijaya Air yang dilaporkan hilang kontak kemarin,” kata paman Mia, Jhony Lay yang duhubungi wartawan, Minggu (10/1/2021).

Pihak keluarga tak memiliki firasat apapun sebelum pesawat jenis Boeing 737-500 itu jatuh. Selama tiga tahun berprofesi sebagai pramugari,  Mia selalu berkabar ke orang tuanya menjelang take off maupun setelah landing. Hanya, komunikasi terakhir Mia tidak seperti biasanya. Ia juga sempat mengatakan pesawat delay karena hujan deras. “Kalau biasanya bilangnya, Ma, Pa, saya mau take off. Begitu juga ketika sudah landing. Namun, kemarin itu tak seperti biasanya (Mama, bapak, saya tugas dulu-red),”ujar Jhonny yang juga Ketua I Paguyuban Sabu Raijua, NTT.

Dua minggu sebelum pesawat kecelakaan, Mia juga sempat menghubungi orang tuanya meminta supaya rumah dibersihkan karena berencana cuti sekaligus mengajak teman-temannya liburan. “Sebenarnya Natal mau pulang, tapi katanya tidak dapat cuti. Setelah mengatakan mau pulang, ayahnya langsung memperbaiki toilet dan membersihkan kamar Mia,” ungkapnya.

Setelah dipastikan pesawat mengalami kecelakaan, keluarga dihubungi pihak maskapai agar mempersiapkan segala administrasi.”Kami dari semalam sudah berkumpul di rumah orang tuanya. Nanti sore jam 17.00 juga ada doa untuk Mia. Kami dari keluarga hanya bisa berharap agar Mia ditemukan,”harapnya. (dum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here