
DENPASAR – Kurang maksimalnya latihan Tim Basket PON putra dan putri Bali akibat pandemi membuat Pengprov Perbasi Bali harus mengambil sikap, terkait dengan latihan bersama dalam menghadapi PON XX/2021 di Papua yang rencananya dihelat 2 – 13 Oktober mendatang.
“Ya memang selama pandemi ini tm basket PON Bali tetap berlatih mandiri atau berlatih tidak bisa lengkap atau komplit satu tim. Ya ini dimaklumi karena basket merupakan cabang olahraga (cabor) yang menggunakan sentuhan fisik. Dan sampai sekarang belum ada lampu hijau untuk cabor sentuhan fisik bisa latihan bersama baik dari PB Perbasi, KONI Pusat maupun Pemerintah,” tutur Ketua Umum Perbasi Bali IGN Oka Darmawan, Selasa (05/1/2021).
Sekretaris Umum (Sekum) KONI Bali itu mau tidak mau harus menetapkan jadwal mulai bisa latihan bersama. Proyeksinya sekitar Maret depan latihan bersama bisa dilakukan tim putra maupun tim putri.
“Ya kalau tidak diputuskan akan sulit karena waktu terus berjalan mendekati gelaran PON Papua. Apalagi sampai sekarang ini dan detik ini tidak ada perubahan jadwal gelaran PON. Semoga Maret latihan bersama bisa dilakukan. Tapi itu juga masih melihat situasi dan kondisi pandemi juga,” sebut Oka Darmawan.
Berangkat dari semua itu, pihaknya secepatnya menggelar rapat pengurus utuk membahas semua itu termasuk mencari solusi latihan bersama sekitar Maret nanti. Termasuk untuk penerapan protokol kesehatannya.
“Ya memang serba sulit. Kalau tidak ada latihan bersama maka akan berpengaruh terhadap kesolidan tim. Apalagi latihan dilakukan dengan waktu yang sangat mepet ini. Semoga nanti ada jalan keluarnya dan pandemi mengalami penurunan kasus yang sangat drastis,” tutup Oka Darmawan. (ari)








