Pembunuhan Teller Bank Mandiri, Pelaku Diteriaki Maling dan Tangannya Ditusuk

0
2018
Rilis kasus pembunuhan teller Bank Mandiri Ni Putu Widiastiti di Polresta Denpasar (foto/dok.)

DENPASAR – Kata penyesalan terucap dari tersangka Putu Aldi HP (14) yang membunuh teller Bank Mandiri Cabang Kuta, Ni Putu Widiastiti. Raut wajah remaja asal Banyuning, Buleleng itu terlihat tenang dan sesekali menundukkan kepala ketika diperlihatkan ke awak media di lobby Polresta Denpasar, Kamis (31/12/2020).

“Saya menyesal pak, saya terpaksa melakukannya,”katanya dengan mulut ditutupi masker dan kedua tangan diborgol. Hanya, ia tak menjawab pertanyaan wartawan alasan terpaksa melakukan pembunuhan secara sadis itu.

Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan mengungkapkan, tersangka niat awalnya hanya ingin mencuri. Pada Sabtu (26/12/2020) sekira pukul 12.00 WITA, Putu Aldi yang kos di belakang rumah korban melintas depan TKP di Jalan Kerta Negara, Gg Widura, nomor 24, Desa Ubung Kaja, Denpasar Barat. “Dia melihat korban sedang sendirian sehingga semakin menguatkan keinginan untuk mencuri,”kata Jansen Avitus Panjaitan didampingi Kasat Reskrim Kompol Dewa Gede Anom Danujaya.

Besoknya sekira pukul 16.00 WITA, tersangka mengambil pisau dapur milik ibu tirinya kemudian berjalan menuju rumah korban yang berjarak 25 meter dari kosnya. Sembari mengamati situasi, ia melihat korban beranjak dari kamar bawah menuju lantai dua. “Tersangka langsung masuk dan terlebih dahulu sembunyi di balik pintu kamar lantai satu,”ungkapnya.

Berselang sekira 25 menit, tersangka naik dan dilihatnya korban sedang main HP depan kamar. Begitu membalikkan badan, almarhum kaget melihat pria tak dikenal berdiri dihadapannya. “Korban tiga kali berteriak maling dan pelaku mendorongnya sampai jatuh di kasur hingga terjadi pergumulan,”beber Jansen Panjaitan.

Dalam kondisi terluka, korban melawan hingga berhasil merebut pisau kemudian ditusukkan ke lengan kiri dan telapak tangan remaja yang bekerja sebagai buruh bangunan itu. “Pelaku juga mengalami luka dan kembali merebut pisau dari tangan korban dan kembali melakukan penganiayaan hingga korban meninggal,”ungkap Kapolresta sembari memperlihatkan lengan kiri tersangka yang terluka.

Selesai mengeksekusi, pelaku mengambil jaket korban dipakai membalut lukanya. Putu Aldi mengambil motor Scoppy DK 3114 KAR milik korban dan uang Rp 200 ribu kemudian langsung kabur ke Singaraja. Ia akhirnya ditangkap di Penimbangan Singaraja, Kamis (31/12/2020) sekira pukul 00.40 WITA.

Perbuatan tersangka dijerat Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 35 ayat 3 KUHP dengan acaman pidana 15 tahun penjara. “Nanti ada juga pasal yang memberatkan dan tetap menerapkan sistem peradilan anak termasuk penahanannya dilakukan secara khusus untuk anak-anak dan pendampingan dari Bappas,”tandasnya.

Korban mengalami delapan luka tusukan. Dua di dada kiri, dua di dada kanan, dua tusukan di leher serta dua tusukan di perut kanan serta 13 luka terbuka de sekujur tubuhnya. (dum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here