Satgas Covid-19 Tidak Rekomendasikan Pelebon Mantan Bupati Klungkung, Ida Dalem : Pelebon Tetap Kami Laksanakan Dengan Prokes Ketat

0
337
Almarhum Tjokorda Gde Agung

KLUNGKUNG-Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klungkung tidak merekomendasikan acara pelebon (ngaben) mantan bupati Klungkung Ida Tjokorda Gde Agung (70) saat masa pandemi.

Pelebon menggunakan piranti bade (usungan jenasah) tumpang sembilan, naga banda dan lembu ini, rencananya akan dilaksanakan 6 Januari 2021.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta selaku ketua satgas penanganan Covid-19 dikonfirmasi membenarkan satgas tidak merekomendasikan pelebon Tjokorda Gde Agung saat masa pandemi.
Karena dikhawatirkan selama prosesi tidak akan mampu menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara maksimal terutama menghindari kerumunan dan jaga jarak.

Rekomendasi itu keluar menindak lanjuti surat Kapolres Klungkung Nomor : B/2657/XII/OPS.2.1/2020/Res Klk yang meminta bupati selaku ketua satgas, menunda acara pelebon dimaksud. Selain menindak lanjuti surat kapolres, bupati juga menindak lanjuti surat Komandan Kodim 1610/Klungkung Nomor B/707/XII/2020, meminta bupati tidak mengijinkan atau tidak memberikan rekomendasi pelaksanaan pelebon saat masa pandemi.

Persiapan acara pelebon Tjokorda Gde Agung sudah dilakukan jauh hari sebelumnya

“Isi rekomendasi, tidak merekomendasikan pelebon saat masa pandemi. Tapi saya menyadari, karena ini merupakan kegiatan adat dan keyakinan, saya sudah bicarakan dengan panitia pelebon, pelebon wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Semua peserta nanti akan dirapid tes anti gen. Peserta pakai name tag (tanda pengenal) kalau mereka sudah dirapid tes,” tandas Bupati I Nyoman Suwirta, Selasa (29/12/2020).

Bupati Suwirta juga menyampaikan, peserta yang terlibat dibatasi. Untuk pengusung hanya diijinkan sebanyak 50 orang. Mereka ini akan dibagi, mengusung bade sebanyak 20 orang, pengusung naga banda sebanyak 10 orang, pengusung lembu sebanyak 20 orang.

“Yang lainnya agar menunggu di tempat pembakaran jenasah,” ungkap Bupati Suwirta.

Pangelingsir Puri Agung Klungkung Ida Dalem Semara Putra yang juga adik kandung almarhum Tjokorda Gde Agung, membenarkan satgas tidak merekomendasikan acara pelebon tersebut. “Tapi panitia sudah bicara dengan bupati. Kami tetap akan melaksanakan pelebon ini dengan protokol ketat. Karena alasan, kita tidak tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Selain itu, pelebon sudah dua kali diundur, awalnya rencana September (2020) diundur ke Januari. Banten juga sudah siap termasuk persiapan lainnya,” jelas Ida Dalem Semara Putra ditemui di Puri Agung Klungkung.

Ia membenarkan peserta akan dibatasi. Pun mengimbau bagi warga yang akan melayat, tidak numplek pada saat pelebon. “Bisa melayat mendahului agar tidak terjadi kerumunan,” ujarnya.

Ia menambahkan untuk piranti seperti bade,naga banda dan lembu.dibuat seringan mungkin agar tidak membutuhkan tenaga banyak.

“Nanti bade, naga banda dan lembu akan ditempatkan di depan kantor POS agar lebih dekat dengan tempat pengesengan (tempat membakar jenasah). Sedangkan layon akan diusung dari Puri Agung Klungkung menggunakan gandawari,” imbuhnya.

Tjokorda Gde Agung meninggal dunia 30 Mei 2020 karena sakit stroke yang diderita sejak lama. (yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here