Sepi Pembeli Dampak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar di Denpasar Melorot

0
105
Salah seorang pedagang kerajinan di Pasar Kumbasari.

DENPASAR – Badai krisis ekonomi akibat Pandemi Covid- 19 menggerus omzet pedagang pasar di bawah naungan Perumda Pasar Sewakadharma Kota Denpasar. Rata-rata penurunan pendapatan penjualan 25 persen.

Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar IB Kompyang Wiranata menyebutkan, di Pasar Kumbasari, Jalan Gajah Mada, Denpasar, omzet pedagang dari lantai 1-4 rata-rata hanya Rp 340 juta setiap hari, menurun drastis dibanding sebelum pandemi mencapai kisaran Rp 1 miliar. “Kalau pendapatan pedagang di pelataran masih terbilang stabil, tapi kami masih melakukan pengecekan secara berkala,”ujar Gus Kowi–sapaan IB Kompyang Wiranata, Senin (21/12/2020).

Kondisi sama juga dialami pedagang di Pasar Badung yang hanya meraup omzet Rp 900 juta dari Rp 1,7 miliar per hari. Akibat kondisi tersebut, banyak pedagang dalam gedung nunggak pembayaran sewa kios dan los termasuk biaya operasional pasar yang totalnya mencapai Rp 4 miliar. “Kami hanya sebatas memberikan keringanan pembayaran dengan cara dicicil,” jelasnya.

Gus Kowi mengatakan, tahun ini target pendapatan Rp 48 miliar lebih dan tahun 2021 dirancang Rp 50.241.894.108 . “Kami prediksi di bulan Desember akan ada pendapatan sekitar Rp 3 miliar sehingga total realisasi pendapatan tahun ini bisa mencapai Rp 44 miliar lebih, sama dengan tahun sebelumnya. Jadi, dalam kondisi pandemi, kami masih bisa mempertahankan pendapatan,” ungkapnya.

Sementara, Salah seorang pedagang Pasar Kumbasari I Wayan Mustini (40) menuturkan, sebelum pandemi, pendapatannya dari berjualan patung terbuat dari tembaga berkisar Rp 2 sampai Rp 3 juta. Barangnya tersebut kerap dibeli oleh wisatawan asing. “Sekarang, tiga sampai lima hari belum tentu dapat berjualan karena wisatawan sepi,”tuturnya.

Perempuan asal Tabanan ini mengaku tetap buka setiap hari karena tidak ada pekerjaan lain. Ia pun berinisiatif menjual barangnya melalui online. “Kadang laku satu barang di online. Ya, bisa untuk makan saja sudah bersyukur,”ucapnya. (sur,dum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here