Kunjungi KPU Bali, Pangdam IX/Udayana Yakinkan Proses Pilkada Sesuai Prokes

0
136
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak kunjungi KPU Bali.

DENPASAR – Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak mengunjungi Kantor KPU Provinsi Bali, Senin (7/112/2020). Selaku Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad) dalam percepatan penanggulangan Covid-19 di Bali, ia ingin meyakinkan proses Pilkada Serentak berjalan sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan (prokes).

Kunjungan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak didampingi sejumlah pejabat utama disambut Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan bersama Ketua Bawaslu dan Komisioner KPU Provinsi Bali. “Kita semua juga sudah melihat di lapangan telah dilaksanakan simulasi oleh semua pihak terkait protokol kesehatan dalam pelaksanaan Pilkada dan juga sudah dievaluasi. Kegiatan tersebut sudah berjalan dengan baik sesuai harapan semua pihak dalam penanggulangan pencegahan Covid -19,”katanya.

Terkait pengamanan Pilkada, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak menegaskan pihaknya bersama Polri maupun pihak terkait sejak awal sudah membantu KPU maupun Bawaslu, termasuk dalam pengiriman Logistik Pilkada. Ia pun berharap pelaksanaan Pilkada di masa pandemi Covid-19 dapat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan klaster baru Covid-19 . Begitu juga libur panjang akhir tahun sehingga pemerintah dapat membuka Bali untuk kunjungan wisatawan. “Yang menentukan Bali dapat dikunjungi atau tidak oleh wisatawan bukan hanya tergantung dari pemerintah daerah saja, tapi juga ditentukan oleh masyarakat Bali sendiri dalam mematuhi dan menerapkan prokes Covid-19,” tegasnya.

Terlepas soal Covid-19, Pangdam juga menegaskan bahwa TNI tetap netral dalam pelaksanaan Pilkada. Apabila menemukan prajurit memihak pasangan calon, ia meminta segera dilaporkan untuk diproses dan ditindak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Sementara, Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan menyampaikan, semua logistik dan APD telah didistribusikan dan dikirim ke TPS. Sedangkan kotak dan bilik suara, pendistribusian terakhir pada H-1 karena ada beberapa lokasi yang tidak memungkinkan dilakukan lebih awal lantaran masalah perhitungan biaya pengiriman termasuk pengamanannya. “Seluruh petugas KPPS dan penyelenggara Pilkada sudah dilakukan rapid test dan hasilnya dinyatakan non reaktif sehingga sudah siap dalam menyelenggarakan Pilkada di Provinsi Bali termasuk kesiapan logistik dan petugas untuk melaksanakan Pilkada tersebut,”tandasnya. (dum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eight + eight =