Pelawatan Masuk Pura Dalem Ditiadakan, Nangluk Merana Desa Adat Kuta Diwarnai Kerauhan

0
131
KERAUHAN : Beberapa krama mengalami trance saat Nangluk Merana Desa Adat Kuta.

BADUNG – Ada yang berbeda dari pelaksanaan Nangluk Merana Desa Adat Kuta tahun ini. Pada upacara yang dilaksanakan, Rabu (25/11/2020), Pelawatan tidak memasuki area Pura Dalem Desa Adat Kuta.

“Kalau di tahun-tahun sebelumnya, seluruh Pelawatan datang ke Pura Dalem tapi sekarang setelah menjalani prosesi di masing-masing persimpangan, Pelawatan diiring kembali lagi ke Payogan masing-masing. Ini sesuai hasil paruman atas dasar penyesuaian kaitan protokol kesehatan (prokes) untuk menghindari kerumunan mencegah Covid-19 ,”ujar Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista.

Prosesi upacara diwarnai krama kerauhan (trance) yang menolak untuk segera kembali ke Payogan. “Awalnya, beliau memang belum berkehendak untuk kembali ke Payogan sebelum memasuki Pura Dalem. Setelah kami berikan pemahaman, beliau akhirnya memaklumi,” ucapnya.

Setelah Pelawatan kembali ke Payogan, barulah dimulai prosesi upacara di Pura Dalem dilanjutkan nunas tirta oleh para kelian yang diteruskan ke masing-masing banjar. “Masyarakat yang hendak nunas tirta cukup datang ke banjar saja sehingga tidak ada kerumunan di Pura Dalem,” ungkapnya.

Sesuai makna upacara “Nyomia Merana”, Wasista berharap kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar Menyomia Gering Agung Covid-19 sehingga bisa beraktivitas normal kembali termasuk pelaksanaan Nangluk Merana sebagaimana biasanya. (adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here