Biar Tetap Menarik, Goa Lawah ‘Bersolek’

0
147
Objek wisata Pura Goa Lawah terus ditata agar tetap menarik dikunjungi wisatawan

KLUNGKUNG- Objek wisata Pura Goa Lawah selama ini menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Klungkung. Pengelola objek wisata Pura Goa Lawah terus berupaya menata agar objek wisata Pura Goa Lawah tetap menarik dikunjungi wisatawan.

Pihak pengelola menata lingkungan Pura Goa Lawah, mulai dari menata tebing alam dengan menanam berbagai tanaman hias hingga pemasangan landmark berupa tulisan lengkap berisi lampu hias di depan pura. Lokasi itu kini menjadi tempat swa foto terutama pada malam hari, karena keindahannya.

Objek wisata yang terkenal dengan goa berserta penghuninya, ribuan kelelawar ini juga sudah dilengkapi dengan tempat cuci tangan disetiap sudut dan tempat-tempat setrategis lainnya.

Bendesa Pura Goa Lawah dr Bagus Darmayasa menyampaikan, pihak pengelola senantiasa terus berupaya menjaga kebersihan, keasrian dan keamanan objek wisata Pura Goa Lawah. Sehingga pemedek (umat Hindu) maupun wisatawan senantiasa merasa nyaman dan berkesan setelah datang ke Pura Goa Lawah.
 
“Ada ungkapan, buatlah semua orang di sekitarmu tersenyum. Sebelum membuat tuhan tersenyum, buatlah lingkungan tuhan tersenyum. Lingkungan tuhan ya lingkungan di sekitar Pura Goa Lawah inilah yang kami tata,” tandas Bagus Darmayasa, Minggu (15/11/2020).

Kata dia, Pura Goa Lawah dengan status Pura Sad Kahyangan, selama ini menjadi pusat pelaksanaan ritual Nyegara Gunung umat Hindu di Bali.

“Kebetulan lokasi pura ada di pinggir jalan raya, lokasinya sangat strategis, wisatawan domestik maupun wisatawan manca negara mau tidak mau pasti ingin melihat Pura Goa Lawah. Karena itu, kami berkomitmen senantiasa menjaga kebersihan, keindahan, keasrian serta keamanan, agar wisatawan dan pengunjung lainnya serta umat merasa terkesan ketika melihat Pura Goa Lawah,” ungkap Bagus Darmayasa.
 
Mantan Dirut RS Bali Mandara ini menambahkan, penataan objek wisata Pura Goa Lawah dimaksudkan guna menciptakan pariwisata berkelanjutan. Terlebih Pura Goa Lawah setiap hari ramai oleh umat Hindu yang melaksanakan ritual Nyegara Gunung maupun kegiatan dharma yatra.

“Untuk penataan kedepannya, kami bersinergi dengan desa dinas terkait penataan pedagang di pinggir Pantai Goa Lawah. Termasuk rencana penataan tempat parkir,” demikian Bagus Darmayasa.

Salah seorang pengempon sekaligus panitia pembangunan di Pura Goa Lawah, Putu Juliadi menambahkan, selain penataan di sekitar area pura, penataan juga dilakukan di pinggir Pantai Goa Lawah dengan membangun bale pesanekan dan bale gong.

“ Ini (pembangunan bale pesanekan) untuk kepentingan umat Hindu saat melaksanakan Nyegara Gunung,” imbuh Putu Juliadi.
 
Untuk pemeliharaan kebersihan, menurut Juliadi rutin diadakan gotong royong, aksi bersih-bersih melibat semua komponen di Desa Pesinggahan, lokasi dimana Pura Goa Lawah ini berada seperti Pokdarwis, aparat desa dinas, pedagang serta kader kesehatan. “ Itu rutin dilakukan setiap bulan dalam bentuk kegiatan Gerakan Bersih Indah Sehat Aman (BISA). (yan)        
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here