38 Petinju Ikut Walikota Cup

0
77

LANCAR: Kejuaraan tinju Walikta Cup yang digelar Pengkot Pertina Denpasar berjalan lancar
 
DENPASAR – Demi rutinitas menggelar kejuaraan Walikota Cup tiap tahun, Pengkot Pertina Denpasar menggelar kejuaraan tinju Walikota Cup yang digelar satu hari di sasana M-Fight Denpasar, Sabtu (7/11/2020). Petinju yang ambil bagian murni merupakan petinju dari Denpasar yang benar-benar belum memiliki pegalaman.


Menurut Ketua Pengkot Pertina Denpasar Made Muliawan Arya, Walikotakota Cup yang digelar tiap tahun tersebut murni dijadikan sebagai ajang pembinaan petinju Denpasar yang nantinya untuk petinju berprestasi bakal direkrut dan dilatih Pertina Denpasar untuk regenerasi petinju senior sekalgus menjadi pelapisnya.

“Sekarang ini perkembangan dunia tinju di Denpasar sangat pesat bahkan karena banyaknya generasi bahkan sampai kami pinjamkan ke daerah lainnya untuk pengalaman bertanding namun itu sifatnya sementara,” ujar pria yang akra disapa De Gadjah tersebut.


Tak dipungkirinya, pada musim pandemi kejuaraan itu tetap digelar dengan jumlah terbatas yakni tanpa penonton, orang tua petinju juga tidak boleh hadir termasuk untuk ofisial petinju dari sasana yang ambil bagian juga dibatasi hanya 2 ofisial saja. Hal itu karena protokol kesehatan harus dijalankan dan sudah dijalankan dengan baik.


“Petinju yang ambil bagian juga petiju terbaik yang dipilih sasananya dan tidak asal mengikutkan. Selain itu kami tahu di masa pandemi atlet kan harus berlatih dan perlu adanya ajang prestasi sehingga tidak jenuh berlatih saja. Dan kejuaraan ini murni untuk pembinaan sehingga berlatih bisa lebih semangat, serta menghindari atlet yang belum berpengalaman dengan yang berpengalaman,” jelas De Gadjah yang juga Wakil Ketua DPRD Denpasar itu.


Dilain pihak Ketua Panitia Kejuaraan itu M. Sasmara Putra menambahkan, petinju yang mabil bagian berjumlah total 38 petinju. Dari tiga sasana yakni sasana Adi Swandana Boxing Camp (ASBC), M-Fight dan Cakti Gibbor.

“Kalau tidak dibatasi bisa jadi jumlah petinju bakal banyak yang ikut. Namun kami utamakan protokol kesehatan dan nyatanya semuanya berjalan lancar. Semua menggunakan masker kecuali hanya petinju yang saat bertanding saja yang tidak menggunakan masker,” pungkas Sasmara yang berprofesi sebagai advocat itu. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here