Sarasehan Jantra Tradisi Bali, Ini Paparan Tiga Narasumber   

0
45
SARASEHAN :Temu wirasa secara virtual mengangkat tema upaya penguatan dan pemajuan obyek tradisi budaya.

DENPASAR – Dinas Kebudayaan Provinsi Bali menyelenggarakan sarasehan atau temu wirasa secara virtual serangkaian Pekan Kebudayaan “Jantra Tradisi Bali” tahun 2020, Kamis (22/10/2020). Acara menghadirkan tiga orang narasumber Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Restu Gunawan, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan “Kun” Adnyana dan akademisi Universitas Hindu Indonesia Ida Bagus Suatama.

Sarasehan mengangkat topik seputar upaya penguatan dan pemajuan obyek tradisi budaya. Restu Gunawan memaparkan Sinergitas Pekan Kebudayaan Nasional dengan Jantra Tradisi Bali. Kun Adnyana membagikan pokok pemikirannya tentang Optimalisasi Pagelaran Jantra Tradisi Bali Dalam Upaya Pemajuan Tradisi Untuk Kesejahteraan Krama dan Suatama mengenai Loloh atau Jamu Dalam Perspektif Usada Bali.

Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang Sejarah dan Tradisi Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Ida Ayu Putri Masyeni mengatakan, Pekan Kebudayaan Jantra Tradisi Bali Tahun 2020 digelar dengan tujuan memberikan ruang interaksi atas keberagaman dalam upaya meningkatkan rasa bangga terhadap kebudayaan yang adiluhung. Kegiatan dilaksanakan selama empat hari, mulai Kamis (22/10/2020) sampai Minggu (25/10/2020).

Selain sarasehan, rangkaian Pekan Kebudayaan Jantra Tradisi Bali Tahun 2020 diisi pula dengan  lomba, pameran, dan pergelaran. Lomba yang digelar, antara lain, lomba pembuatan topeng tradisi, lomba kreasi kebaya, dan lomba inovasi loloh atau jamu.

Temu wirasa

Dalam webinar bertemakan Pemajuan Obyek Tradisi Budaya , Restu Gunawan mengungkapkan, dalam situasi pandemi Covid-19, Pekan Kebudayaan Nasional 2020 digelar secara virtual. “Dalam konteks tersebut, Jantra Tradisi Bali sebagai kegiatan apresiasi budaya menjadi relevan dan sejalan,” kata Restu Gunawan melalui telekonferensi.

Kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional mencakup sejumlah program, yakni, kompetisi, konferensi, pameran, dan pergelaran. Kegiatan melibatkan 4.791 seniman dan pekerja seni dan diisi dengan 93 pergelaran. Pembukaan Pekan Kebudayaan Nasional 2020 direncanakan digelar secara virtual dari 10 tempat acara.

Dalam kesempatan itu, Restu Gunawan juga menyatakan Bali dapat menjadi contoh dan memberikan contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia dalam komitmen dan upaya pemerintah daerah memajukan dan menguatkan kebudayaannya.

Menurutnya, desa menjadi lumbung kebudayaan karena desa merupakan basis kebudayaan.

Adapun Kepala Dinas Kebudayaan Bali I Wayan “Kun” Adnyana mengatakan, penyelenggaraan Pekan Kebudayaan Jantra Tradisi Bali yang perdana tahun 2020 ini merupakan langkah untuk memastikan pemerintah hadir dan menjadi bagian upaya penguatan dan pemajuan kebudayaan.

Kun Adnyana menyatakan, Jantra Tradisi Bali menjadi upaya membangun karakter dan juga kepribadian bangsa. “Jantra Tradisi Bali adalah upaya yang serius dan sistematis dalam mengimplementasikan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era baru,” kata Kun Adnyana.

Sementara itu, Ida Bagus Suatama dari Fakultas Kesehatan Ayurweda Universitas Hindu Indonesia, Denpasar, memaparkan keberadaan loloh atau jamu sebagai usada Bali dalam kaitannya dari sisi kebudayaan dan kesehatan. Suatama menegaskan, jamu atau loloh merupakan obat asli Indonesia karena berhubungan dengan doa-doa dalam upaya penyehatan atau pengobatan.

Menurut Suatama, jamu atau loloh memiliki manfaat yang beragam selain sebagai bahan utama penyehat atau pengobatan. Manfaat lainnya, jamu menjadi minuman penyambutan, atau panyembrama tamiu, menjadi produk usaha rumah tangga, dan juga menjadi suvenir asalkan dikemas secara higenis.

Suatama menyebutkan sejumlah loloh atau jamu yang bermanfaat meningkatkan imunitas dan derajat kesehatan tubuh, antara lain, jamu berbahan belimbing wuluh sebagai anti radang, jamu bangle sebagai obat penurun panas, dan loloh brotowali, atau kintawali, yang meskipun rasanya pahit namun berkhasiat menghilangkan rasa sakit dan sebagai penurun panas.

Di pengujung acara temu wirasa virtual itu ditayangkan video tentang kreasi permainan tradisional rakyat, antara lain, permainan tajog dan gangsing. (sur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here