Realisasi PAD Buleleng Triwulan III Capai 67 Persen

0
41
Sekda Suyasa pimpin rapat evaluasi capaian PAD Buleleng triwilan III tahun 2020

BULELENG- Evalusi terhadap capaian atau realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Buleleng terus dilakukan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Sesuai hasil evaluasi, sampai dengan Triwulan III tahun 2020, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Buleleng sebesar Rp 224,489 Miliar atau  67 persen dari target sebesar Rp 335,072 Miliar.

“PAD Kabupaten Buleleng yang dipasang pada anggaran perubahan sebesar Rp. 335.072.650.875,- dan sampai dengan Triwulan III realisasinya sebesar Rp 224.498.676.086 atau  67 persen,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kabaupaten Buleleng Gede Suyasa, Rabu (21/10/2020) saat memimpin Rapat Evaluasi TAPD Buleleng di Wantilan Praja Winangun Kantor Bupati Buleleng.

Suyasa yang juga Ketua TAPD Buleleng menandaskan dengan capaian, optimisme pemenuhan target sampai akhir TW IV sangat tinggi. Seluruh SKPD terus digenjot untuk mencapai target tersebut.”Terus digenjot. Kami juga lakukan evaluasi dan minta agar dapat mengoptimalkan pendapatan dari sektor yang ada,” tandas Suyasa yang tidak menampik selama Pandemi Covid-19 seluruh aspek ekonomi terpengaruh.

Setiap SKPD diminta untuk dapat berinovasi dan memaksimalkan upaya dalam menggali potensi PAD yang ada.”Sesuai gambaran awal, laporan realisasi PAD dari SKPD sampai bulan Oktober 2020 peningkatannya cukup signifikan. Kalau dihintung hingga bulan Oktober 2020, PAD Buleleng sudah mencapai 90 persen,” terangnya.

Terkait SKPD yang saat ini sudah digenjot menaikan PAD, Sekda Suyasa mengatakan akan lebih menggenjot lagi terutama pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Buleleng (DPMPTSP). Karena, masih ada izin yang bisa dilakukan.”Seperti jasa umum, pembangunan menara telekomunikasi itu harus dikejar supaya segera malakukan pembayaran tahunan. Sementara untuk RSUD Buleleng sampai bulan Desember mendatang bisa melampui target PAD,” jelasnya.

Selain peningkatan operasional yang sudah lebih baik, adanya pengoperasian Laboraturium Polymerase Chain Reaction (PCR) pada akhir Oktober diharapkan bisa membantu  pencapaian target.”Khusus di RSUD mungkin bisa mencapai 100 persen sesuai ditargetkan,” pungkasnya. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here