Pembersihan Eceng Gondok di Tukad Mati Dilakukan Manual

0
28
MANUAL : Pembersihan eceng gondok di sekitar bendung gerak muara Tukad Mati.

KUTA – Setelah dikeluhkan Kelompok Nelayan Wanasari Tuban, eceng gondok di muara Tukad Mati mulai dibersihkan secara manual. Ekskavator
amphibi seperti dijanjikan pihak Balai Wilayah Sungai Bali Penida (BWSBP) diperkirakan baru tiba, Jumat (16/10/2020).

Informasi yang dihinpun, pembersihan dilakukan pelaksana Pembangunan Prasarana Pengendali Banjir Tukad Mati Hilir, yakni Adhi-Minarta KSO dengan menerjunkan empat orang tenaga ditambah satu armada pikap.

Meski manual, pembersihan dilakukan dengan cukup efektif. Buktinya hingga sekitar pukul 12.00 Wita, lima pikap eceng gondok dievakuasi dari alur Tukad Mati yang ada di sisi selatan bendung gerak. “Ini kami lakukan untuk membantu pihak Balai (BWSBP)
sembari menunggu datangnya ekskavator amphibi. Tentunya dengan tujuan meminimalisir adanya eceng gondok yang lolos terbuang ke perairan Teluk Benoa,” ucap sumber dari pihak proyek yang menolak identitasnya diwartakan.

Pelaksana Teknis Sungai Pantai I BWSBP Nyoman Sugiartana mengaku ekskavator amphibi baru akan tiba, Rabu (14/10/2020) malam. “Alat berat ini tidak bisa dimobilisasi sekaligus melainkan harus diangkut per bagian dengan tiga kali angkut. Nanti setelah semuanya sampai, baru akan dirakit kembali,” bebernya mengenai alat berat yang didatangkan dari Buyan, Kabupaten Buleleng.

Ia memperkirakan bahwa ekskavator baru bisa efektif beroperasi di Tukad Mati, Jumat (16/10/2020) karena menbutuhkan waktu untuk perakitan. “Mudah-mudahan tidak ada halangan sehingga itu bisa segera dioperasikan di Tukad Mati. Sembari menunggu, atas koordinasi kami dengan pihak proyek, kini juga sedang dilakukan pembersihan secara manual,” pungkasnya. (adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here