Kena Dampak Pandemi, Ardita Banting Setir Jadi Pengusaha Jamu

0
135
Ardita menunjukkan jamu kunyit

KARANGASEM – Dampak pandemi Covid-19 memaksa I Wayan Ardita Sukanadi,warga asal Banjar Gumung, Desa Teganan,Karangasem ini banting setir.

Ia yang dulunya menjadi penyalur hasil bumi, kini mencoba memulai usaha jamu kunyit. Penjualan jamu berlabel luhur sari ini cukup laris manis, setiap.harinya bisa laku 100-500 botol. Jamu kunyit buatan Ardita tidak saja dijual di seputaran Karangasem juga hingga Denpasar dan Klungkung.

Bahan baku yang digunakan seperti kunyit dan temulawak diambil dari kebunya sendiri, sebagian dibeli dari warga di kampungnya. Demikian pula gula aren dibeli dari warga sekitar.

“Saya sengaja ambil bahan baku di bukit daerah Tenganan yang jauh di sana agar kualitas dari bahan ini sendiri terjamin, seperti kandungan kadar air dari temulawak dan kunyitnya, agar rasanya juga tidak berubah,” kata Ardita, Selasa (6/10).

Kata dia, manfaat dari jamu kunyit asam ini sendiri ialah untuk meringankan sakit saat haid dan untuk kesehatan pencernaan.

Ardita juga melayani pesanan melalui daring. Tidak saja eceran ia juga melayani pesanan dalam jumlah banyak.

“Sudah ada komunitas ataupun lembaga, salah satunya kemarin dari Polres Karangasem yang memesan sampai 100 botol,” demikian Ardita. (ami)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here