PDIP Bali Siapkan 15 Ribu Saksi

0
47

Dewa Made Mahadnyana

DENPASAR- Badan Saksi Nasional Pemilu (BSPN) PDIP Bali telah melakukan ToT (Training of Trainer) terhadap para saksi yang akan bertugas pada Pilkada 9 Desember 2020. Menghadapi Pilkada serentak di enam kabupaten kota di Bali yakni Denpasar, Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli dan Karangasem, melalui BSPN PDIP Bali telah menyiapkan saksi mencapai 15 ribu orang. Penegasan itu disampaikan Sekretaris BSPN PDIP Bali Dewa Made Mahadnyana, Rabu (30/09/2020).

Menurutnya dari jumlah tersebut sebanyak 11.300 saksi di TPS. Sisanya akan memantau diluar TPS, PPS dan di PPK sehingga pengawalan perolehan suara dilakukan mulai dari TPS sampai ke kecamatan akan terus memantau perolehan suara paslon yang diusung PDIP. “Secara keseluruhan PDIP menyiapkan total 15.000 saksi,” ujarnya.

Dewa Mahayadnya yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali ini menyampaikan, setiap TPS nantinya akan dipasang dua orang saksi. Namun, untuk beberapa daerah yang berpotensi rawan dimasing-masing TPS, pihaknya berencana untuk menambah jumlah saksi. Tentu, bukan saja saksi tapi struktur partai dan fraksi sesuai tingkatannya pun ikut bergerak memberikan perhatian.

Sementara nengenai dana saksi sepenuhnya menggunakan dana gotong royong. Artinya dana ini akan ditalangi antara paslon, Fraksi di kabupaten/kota, serta anggota Fraksi PDIP DPRD Bali sesuai dengan Dapil. Kalau berbicara seberapa besarannya dana saksi, tergantung pada kemampuan paslon di setiap daerah. Di di PDIP selama ini konsepnya iuran gotong-royong antara Paslon, keterlibatan fraksi, dan struktur partai.

Meski demikian, dirinya tak bisa menjelaskan rincian berapa iuran serta jumlah dana yang digelontorkan untuk saksi. Pasalnya, masih menunggu penetapan saksi yang rencananya akan digelar pada Bulan Oktober mendatang. Disamping masih menunggu penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) oleh KPU. Hanya saja tentu akan jauh berbeda dengan biaya saksi saat Pilgub maupun pileg. Menurut dia, apabila pihaknya memakai acuan saksi pada Pileg ataupun Pilkada sebelumnya, baginya kurang tepat. Hal itu dikarenakan, penyelenggaraan kali ini sangat berbeda. Mengingat, TPS diprediksi akan semakin bertambah dengan adanya pembatasan jumlah pemilih dalam satu TPS. “Oktober nanti baru bisa diketahui secara pasti keputusannya,” pungkasnya. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here