Penanganan Lambat, Habis Hari Raya Kasus Covid-19 Diprediksi Melonjak

0
52

I Ketut Suwandhi

DENPASAR – Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) dirasakan kian mengganas dan sudah menyebar kemana-mana sehingga klaster-klaster baru akan terus tumbuh. Bahkan setelah hari raya Kuningan ini juga dipastikan kasus terkonfirmasi positif Covid akan melonjak lagi sama halnya setelah hari raya galungan yang lalu.

Penegasan itu disampaikan anggota Komisi II DPRD Bali Ketut Suwandhi saat dikonfirmasi via telepon, Minggu (27/9/2020). Politisi Golkar asal Denpasar ini mengatakan, menjelang hari raya, pasar tradisional membludak dikarenakan kebutuhan akan pelaksanaan hari raya Kuningan. Kemudian pada saat Umanis Kuningan, tempat-tempat rekreasi juga dipadati wisatawan lokal dan tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan (Prokes). “Saya barusan melewati obyek wisata di Bedugul membludak, wisatawan lokal penuh sesak dan tidak disiplin menerapkan prokes. Tidak ada menjaga jarak seperti anjuran pemerintah dan ini yang membahayakan penyebaran Covid. Saya yakin angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 akan naik, “ujarnya.

Demikian juga halnya obyek wisata di kawasan pantai Lebih Gianyar dan sekitar. Kunjungan wisatawan lokal membludak juga, belum lagi ada kegiatan sekeha layangan menaikan layangan di pinggir pantai. Lagi-lagi dikhawatirkan akan menyebarkan banyak virus karena tidak diketahui diantara mereka ada yang tanpa gejala juga berbaur disana dan tidak patuh dengan prokes.

Melihat kenyataan ini, pemerintah diharapkan segera melakukan tes swab massal pada seluruh masyarakat Bali sehingga semua masyarakat Bali bisa terdeteksi lebih dini. Kalau sudah pasti hasilnya positif harus segera silakukan penanganan, jangan dikarantina mandiri melainkan ditangani serius oleh pemerintah supaya selama dikarantina mereka semua disiplin. Apalagi banyak muncul orang tanpa gejala (OTG) di Bali dengan penerapan new normal menuju tatana kehidupan era baru. Kalau tidak ada tes massal, deteksi dini penularan virus akan sangat lambat sementara perkembangan virus semakin cepat dan korban juga semakin banyak. Terbukti, di kantor pemerintahan juga banyak yang terkonfirmasi positif. “Harus ditracing lagi agar benar diketahui dari mana penyebaran virusnya dan berapa banyak yang sudah tertular selain yang sudah di swab, ” katanya.

Suwandhi menambahkan rasa herannya, dana kepada rumah sakit sudah banyak digelontor dan pengadaaan laboratorium untuk mempercepat pelaksanaan tes swab. Kenyataannya sekarang hasilnya keluar membutuhkan waktu panjang sampai 3 hari hasilnya baru keluar. Sementara orang yang diambil samplenya saat swab dilaksanakan sudah berkeliaran kemana-kemana. Hasil swab keluar, ternyata positif dan ini sudah repot lagi, virus sudah ditularkan kemana apalagi masyarakat tidak displin dengan prokes. “Pokoknya, ini ruwet, penanganan Covid di Bali tidak seperti diawal, sekarang hanya tingkat kesembuhan yang ditonjolkan sementara yang tidak terdeteksi penularan yang terus mengganas di masyarakat dan OTG sama sekali tidak terpantau. Saya katakan lagi, ruwet urusan Covid kalau masyarakatnya tidak mau disiplin, ” pungkasnya. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here