Eskavator Rusak, Armada Sampah Antri Masuk TPA Mandung

0
42
ANTRI : Truk sampah tunggu atrian masuk TPA Mandung karena escavator rusak

TABANAN – Antrian panjang truk armada pengangkut sampah terlihat di pintu masuk TPA Mandung, Desa Sembung Gede, Kerambitan, Tabanan, Kamis (10/9/2020). Pasalnya, dua alat berat berupa eskavator yang biasanya menurunkan sampah dan meratakan ke dalam areal TPA rusak. Akibatnya,  penurunan sampah dari truk menjadi lambat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan, I Made Subagia mengatakan, alat berat yang dimiliki saat ini memang sudah berusia tua dan kerap rusak. Apalagi, komponen dari salah satu alat berat tersebut tidak dijual di Bali sehingga sampai saat ini masih ‘indent’. Sementara alat berat lainnya rusak di bagian selang radiator dan sudah diperbaiki. “Satu alat sudah bisa beroperasi, sudah dibelikan alatnya di Denpasar, tetapi operasionalnya belum bisa maksimal, khawatirnya rusak lagi,” terangnya, Kamis (10/9/2020).

Diakui, kondisi antrian serupa juga terjadi sekitar seminggu lalu, dan terjadi selama satu hari akibat kerusakan alat tersebut. “Sementara itu yang bisa kami lakukan, karena untuk sewa ataupun beli baru juga tidak memungkinkan karena tidak ada anggaran, kami lebih mendorong desa adat untuk segera membuat perarem, masyarakat mengolah sampah secara mandiri,” ucapnya.

Dijelaskan, pihaknya sudah terus mendorong desa adat agar terus bergerak menyelesaikan sampah berbasis sumber sesuai dengan Perda no 4/2019 tentang desa adat di Bali. Salah satu poinnya mengatur tentang desa adat berkewajiban mengelola sampah secara mandiri di wewidangan desa, dan Pergub Bali nomor 47/2019 tentang pengelolaan sampah berbasis sumber. Contohnya  desa Bengkel, Kediri yang sudah stop layanan sampah ke TPA dan mengedukasi masyarakatnya untuk memilah sampah dari rumah, sehingga hanya residunya saja yang dikirim ke TPA. “Saya harapkan desa lainnya juga mulai mengikuti, sehingga volume sampah tidak lagi banyak masuk ke TPA,” ucapnya.

Hal ini mengingat, sudah jadi kebiasaan jika volume sampah dipastikan akan mengalami peningkatan usai hari raya keagamaan. Jika saat kondisi darurat alat berat yang dimiliki kembali mengalami kerusakan, Dinas LH terpaksa melakukan penyewaan alat berat tentunya dibutuhkan anggaran yang cukup besar. Disatu sisi, kebakaran di TPA Mandung, sampai saat ini juga belum sepenuhnya bisa teratasi, terbukti masih terlihat asap di areal TPA. “Kami berupaya keras mengatasi persoalan sampah, namun yang kini paling efektif adalah mengolah sampah dari hulu dengan mengolah sampah di desa  dan hanya residu yang dibawa ke TPA,” pungkasnya. (jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here