Tuban Konsisten Bantu Ringankan Beban Krama Melalui Sembako

0
81
Bendesa Adat Tuban Wayan Mendra (tengah) didampingi Wayan Sukalila (kanan) dan Wayan Japa Munarta.

BADUNG – Tak hanya Desa Adat Tuban,  Banjar Adat Tuban Griya dan Banjar Adat Pesalakan yang ada dalam lingkup Desa Adat Tuban  juga memiliki komitmen kuat membantu krama di masa pandemi Covid-19 melalui  pemberian sembako yang dilakukan secara periodik setiap bulan.

Bendesa Adat Tuban Drs. I Wayan Mendra MSi. sangat bersyukur dan mengapresiasi  kelian kedua banjar yang benar-benar meresapi perannya terutama berkaitan dengan konsep Sukerta Tata Pawongan. “Jadi menurut saya, yang telah dilakukan secara konsisten oleh Banjar Adat Tuban Griya dan Banjar Adat Pesalakan Tuban ini sangatlah tepat karena pandemi Covid-19 memang sangat berpengaruh pada perekonomian masyarakat, termasuk krama adat. Keberadaan desa adat ataupun banjar adat  wajib untuk menunjukkan perannya yakni membantu meringankan krama yang terbilang sedang dalam kesulitan,” ucapnya, Kamis (3/9/2020).

Selain kedua banjar tersebut, kata Mendra, hal sama juga telah dilakukan pihaknya di Desa Adat Tuban, LPD Desa Adat Tuban dan Satgas Gotong Royong Pencegahan Covid-19 Berbasis Desa Adat Tuban yakni memberikan sembako kepada warga, guna meringankan beban ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Sementara, Kelian Banjar Adat Tuban Griya Wayan Sukalila menuturkan, pemberian bantuan sembako di tengah pandemi Covid-19 sudah lima kali dilakukan kepada 271 KK. Bantuan itu berupa beras, telur, dan minyak goreng yang pengadaannya bersumber dari kas banjar yang setiap pembagian menggunakan anggaran sekitar Rp 80 juta.

Dalam hal mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, kata Sukalila, kebanyakan warga Tuban Griya bergerak di sektor informal yang terkena imbas pandemi Covid-19. “Selama pandemi Covid-19 ini masih membawa dampak pada perekonomian krama maka kami akan terus berupaya untuk membantu meringankan,” ujarnya sembari mengakui bahwa evaluasi akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi perekonomian krama.

Hal senada juga disampaikan Kelian Banjar Adat Pesalakan Tuban Wayan Japa Munarta. Menurutnya, pemberian sembako yang dilakukan sejak April lalu kepada 276 KK sebagai langkah penyesuaian terhadap kondisi perekonomian masyarakat. “Pemberian sembako yang sudah lima kali kami lakukan ini notabene adalah keinginan atau harapan dari krama sendiri. Karena kas banjar adalah milik krama, saya selaku pengayah hanya tinggal melaksanakan saja,”katanya.

Wayan Japa Munarta menambahkan, setiap pembagian, Banjar Adat Pesalakan Tuban mengeluarkan kas sekitar Rp 60- Rp 70 juta. Setiap KK dijatah sembako berupa beras, telur, dan minyak goreng senilai kurang lebih Rp 300 ribu. “Komitmen kami, ini akan terus kami upayakan selama masih dibutuhkan. Karena kami tidak mau, krama kami sampai tidak makan akibat dampak dari pandemi Covid-19 ini,” tegasnya sembari berharap agar pandemi segera berakhir dan perkonomian masyarakat  bisa pulih kembali. (adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here