Sikapi Dugaan Mall Praktek, Advokat Buleleng Upayakan Mediasi

0
229
Dimediasi Advokat, kasus dugaan mall praktek pasien RSUD Buleleng berakhir damai

BULELENG – Adanya dugaan mall praktek, dalam kasus operasi pasien usus buntu, Kadek Tasya Sintyani (9) beralamat Jalan Patimura, Kelurahan Kampung Anyar Kecamatan Buleleng, disikapi serius RSUD Kabupaten Buleleng. Melalui mediasi yang diupayakan Low Office Budi Hartawan & Partners, pihak RSUD Kabupaten Buleleng bersama dengan BPJS Kesehatan, menyatakan kesiapannya untuk memenuhi somasi yang diajukan pihak keluarga korban melalui mediator.

“Dari hasil pertemuan mediasi tadi, kami sudah paparkan rekam medis dan upaya maksimal yang dilakukan terhadap pasien, namun kenyataannya hasilnya lain kepada pihak keluarga dan mediator,” tandas Plt Dirut RSUD Kabupaten Buleleng, Putu Karuna, Kamis (27/8/2020) usai memimpin mediasi di Ruang Pertemuan Wijaya Kusuma RSUD Kabupaten Buleleng.

Karuna yang juga Asisten I Setda Buleleng menandaskan, pada mediasi yang dihadiri BJPS Kesehatan Cabang Singaraja dan tim medis yang merawat pasein, semua pihak sudah memberi penjelasan sesuai kapasitas masing-masing dan pihak keluarga menyatakan memahami kondisi yang ada.”Memang ada unsur kelalaian petugas dalam memberikan pelayanan terhadap pasien yang didiagnose mengalami pecah usus buntu. Terhadap hal itu, kami perintahkan Wadir SDM untuk memberikan sanksi,” ungkapnya.

Sementara terkait keanggotaan JKN-KIS yang ganda, pihak BPJS Kesehatan sepakat menonaktifkan salah satu kartu.”Pertanggal 1 September 2020 akan diaktifkan satu kartu dan BPJS juga mengupayakan penyelesaian administrasi pasien, dan hal ini diapresiasi pihak keluarga maupun mediator,” tandas Karuna meyakinkan.

Hal senada diungkapkan Budi Hartawan selaku mediator. Mantan Anggota DPRD Provinsi Bali ini menegaskan akan mengawal hasil mediasi hingga tuntas.”Kami mengapresiasi penjelasan langkah yang dilakukan oleh pihak RSUD Buleleng maupun BPJS Kesehatan Cabang Singaraja. Kami akan mengawal sampai tuntas apa yang menjadi keputusan rapat mediasi, sebagai upaya penyelesaian persoalan yang baik dan komperhensif dari pihak RSUD Buleleng terjadap pasien,” tandasnya.

Jika kesepakatan yang telah diterima baik oleh pihak keluarga pasien ini tidak terealisasi, maka sesuai somasi yang telah dilayangkan, persoalan dugaan mall praktek terhadap  Kadek Tasya Sintyani, yang awalnya didiagnose mengalami pecah usus buntu, sehingga dilakukan operasi dan akhirnya meninggal dunia tanggal 19 Agustus 2020 pukul 21.30 Wita, terpaksa dilanjutkan ke ranah hukum. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here