
DENPASAR – Sempat menyabet predikat juara umum di Porprov Bali saat digelar di Denpasar dan Buleleng silam, panahan Denpasar akhirnya dilibas tim panahan Porprov Badung pada Porprov Bali yang digelar di Gianyar dan Tabanan silam. Kondisi ini yang menjadi tekad dan misi serta visi calon Ketua Pengkot Perpani Denpasar Nyoman Mardika untuk mengembalikan predikat tersebut pada Poprov Bali XV/2022 di Badung mendatang.
Pria yang juga Wakil Ketua KONI Denpasar tersebut siap maju menjadi Ketua Perpani Denpasar dan memiliki peluang besar untuk menjabat di posisi tersebut karena enam dari tujuh klub dibawah Perpani Denpasar memberikan usulan dan dukungan untuk menjadi ketua. Sedangkan total yang pasti untuk suara pemilih jika tidak ada kendala yakni 7 klub plus satu pengurus lam Perpani Denpasar dan satu suara Pengprov Perpani Bali.
“Benar, ada enam klub yang berharap saya menjadi Ketua Perpani Denpasar yang baru untuk periode 2020-2024. Awalnya memang saya tidak langsung menerima namun saya lempar lagi kepada klub-klub itu supaya mempersilahkan cari figur yang lain, tapi mereka tetap meminta saya dan akhirnya saya tidak bisa menolak,” ujar Nyoman Mardika, Rabu (12/8/2020).
Nyoman Mardika sendiri sebelumnya berkoordinasi lebih dulu dengan para pengurus KONI Denpasar termasuk Ketua KONI Denpasar IB Tony Astawa karena statusnya sebagai Wakil Ketua KONI Denpasar. Hasilnya semua pengurus KONI Denpasar memberikan restu untuk maju menjadi Ketua Perpani Denpasar pada Muskot Perpani Denpasar yang digelar pada 29 Agustus mendatang.
Jika benar nantinya menjadi Ketua maka hal itu menjadi pengalaman baru bagi Nyoman Mardika, terutama sebagai pucuk pimpinan organisasi cabang olahraga (cabor). Sebelumnya, dirinya hanya sempat menjadi pengurus cabor PBSI Denpasar sebagi Humas. “Pastinya ini pengalaman baru bagi saya. Saya ingin panahan Denpasar kembali menjadi juara umum pada Porprov Bali di Porprov Badung nantinya. Ini yang akan saya sampaikan dalam bentuk misi dan visi dalam pemilihan Ketua nantinya,” tegasnya.
Dirinya juga ingin membawa atlet panahan Denpasar tidak jago kandang saja melainkan hingga level nasional bahkan internasional. “Bukan berarti pengurus yang sebelumnya itu kurang bagus, tapi saya ingin meningkatkan prestasi. Itu saja dulu ya,” tutup Mardika. (ari)








