Buda Kliwon Gumbreg, Piodalan di Pura Luhur Batu Panes

0
688
Ketua panitia karya I Nyoman Arnawa diapit pemangku Pura Luhur Batu Panes

TABANAN – Bertepatan dengan Buda Kliwon Gumbreg, Rabu (15/8)  besok merupakan puncak piodalan di Pura Luhur Batu Panes, Banjar Belulang, Desa Mengesta, Penebel, Tabanan. Berbagai persipana dilakukan warga selaku pengemong  pura   yang merupaka  pusat Bali ini.

Ketua panitia karya I Nyoman Arnawa, menjelaskan,  piodalan  di Pura Luhur Batu Panes ini tepat jatuh pada 35 hari atau sebulan (Bali) menjelang hari Raya Galungan. Serangkaian dengan piodalan tersebut, pihaknya bersama krama penyungsung pura ini terutama Banjar Belulang dan Wongaya Betan sudah melakukan  berbagai persiapan untuk pembuatan upakara. “Piodalanya tepat  pada Buda Kliwon Gumbreg, “ ungkap Nyoman Arnawa, Selasa (11/8).

Dikatakan prosesi puncak piodalan akan digelar,  Rabu (12/8) mulai siang hari sampai sore hari. Piodalan akan nyejer selama tiga hari sampai Sabtu (15/8) dilakukan panyineban. “Piodalan akan nyejer selama tiga hari sampai Sabtu,” ucapnya.

Ditambahkan, serangkaian dengan piodalan ini, pihaknya juga melakukan berbagai antisipasi, seperti masalah parkir. Dia memastikan areal parkir akan memadai, meski pemedek banyak. Selain di areal pelataran pura , parkir juga ada di sekitar balai banjar Belulang yang cukup luas yang mampu menampung puluhan mobil. “Sehabis sembahyang, pemedek juga bisa melihat pemandangan perswahan yang indah di sekitar pura, bisa juga sekalian mandi di pemandian air panas,” kata Ketua Fraksi PDIP DPRD Tabanan ini.

Seperti diketahui, Pura Luhur Batu Panes ini sedikit unik. Areal pura sama sekali tidak ada penyengker. Untuk menjaga  ada binantang masuk atau gangguan lainnya, di sekeliling pura  ada kolam berukuran cukup lebar yang sulit untuk dilompati.  Hanya ada pagar di pintu masuk  di arah tenggara yang dipasang pintu  teralis untuk mencegah  binatang masuk. Hal unik lainnya, beji pura ini merupakan air panas yang ada di bagian selatan areal pura.

Selain pura beji,, juga ada enam buah pancuran dan dua kolam air panas. Banyak warga datang untuk mandi di air panas alami keluar dari  perut Gunung Batukau ini. Banyak yang datang untuk memohon kesembuhan seperti gatal-gatal, penyakit tulang serta penyakit lainnya karena air panas mengandung belerang cukup tinggi. (jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here