250 Hektar Tanah Perkebunan Eks Kepala BPN Badung Disita

0
111

DENPASAR – Kejati Bali terus mengusut dugaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dilakukan eks Kepala Badan Pertanahan (BPN) Badung dan Denpasar, Tri Nugroho. Bahkan, aset-aset milik Tri Nugroho hasil dari perkara tersebut terus dilucuti.

Kepala Kejati Bali Erbagtyo Rohan menegaskan, pihaknya akan menuntaskan kasus ini sekaligus mengumpulkan alat bukti agar perkara bisa segera diadili. “Kami konsen untuk segera menuntaskan kasus ini. kami akan maksimalkan untuk bisa mendapatkan bukti-bukti dan segera pemeberkasan dan limpahkan ke pengadilan,” tegas Erbagtyo Rohan di kantornya, Rabu (22/7/2020).

Sementara, Wakajati Bali Asep Maryoto menimpali, pihaknya mengirim tim ke luar Bali seperti Jakarta, Bandung, dan Malang untuk menelusuri aset-aset Tri Nugroho.  “Tidak apa berlama sedikit tapi tuntas TPPU-nya. Kami menurunkan tim ke berbagai daerah untuk mencari aset yang bersangkutan,” ungkapnya.

Sampai saat ini, aset-aset Tri Nugroho yang sudah disita berupa 8 unit mobil, aset tanah di 14 lokasi berbeda di Bali serta  aset seluas 250 hektar tanah perkebunan karet di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. “Kami harus cek keberadaan tanah tersebut. Diharapkan besok pagi bisa kami dapatkan surat lengkapnya,” katanya.(wat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here