Bertambah 36 Orang Positif Corona di Denpasar, Masyarakat Diminta Tidak Panik

0
91
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai.

DENPASAR – Gugus Tugas Covid-19 Kota Denpasar melaporkan per Kamis (18/6/2020) ada 36 warga terinfeksi virus corona akibat transmisi lokal yang sebagian besar merupakan hasil tracing dan testing klaster Pasar Kumbasari.

“Hari ini total ada 36 orang positif Covid-19. 23 orang yang sebelumnya bertatus OTG dan 1 orang PDP dinyatakan positif kemudian 12 orang kasus positif baru,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai.

Menurutnya, peningakatan kasus positif Covid-19 khususnya di Kota Denpasar bayak menimbulkan pertanyaan di masyarakat. Namun, pihaknya tidak bisa secara langsung menyimpulkan karena diperlukan perbandingan antara penambahan kasus dengan jumlah tes spesimen yang masif dilaksanakan. Ia meminta masyarakat tetap waspada tapi tidak panik.  “Waspada itu kan kewajiban bersama, panik jangan.  Harus dilihat juga jumlah specimen yang dilaksanakan tes sehingga presentasenya jelas,” ungkapnya.

Ia juga meminta masyarakat jangan cepat menyimpulkan peningkatan pasien positif Covid-19. Meski angkanya terus naik, bukan berarti kondisinya semakin parah. Sebab, kenaikan sebanding dengan peningkatan jumlah tes swab yang dilakukan secara masif dan massal.”Kasus positif bertambah tinggi karena memang jumlah pemeriksaan pun bertambah tinggi, hasil tracing dilakukan secara agresif dan itu yang menjadi fokus GTPP Covid-19 Kota Denpasar saat ini, yaitu menemukan kasus, sehingga penanganan dan upaya pencegahan dapat dimaksimalkan,” jelasnya

Dewa Rai mengatakan bahwa jika persentase kenaikan sama dengan bulan lalu, maka sebetulnya tidak ada kenaikan. Sebab kapasitas tes korona juga bertambah. “Jadi perandaianya begini, jika tes dilaksanakan kepada 10 specimen, dan hasilnya 5 specimen positif Covid-19, maka persentase hasilnya akan sama dengan 50 specimen yang dites dan hasilnya 25 specimen positif, begitu,” jelasnya.

Menurut dia, kenaikan jumlah kasus disebabkan contact tracing dan pemeriksaan yang dilakukan Dinas Kesehatan semakin masif. Bahkan,  melakukan pemeriksaan terhadap orang tanpa gejala.

“Saat ini kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar sebanyak 274 orang, dan jumlah tes yang dilaksanakan sudah mencapai 3.965 orang, inilah yang menyebabkan peningkatan kasus, namun dari prosesntase sejatinya masih stagnan dari bulan sebelumnya,” bebernya.

Selain itu, akses mendapat tes korona semakin luas. Dahulu, pemeriksaan hanya melalui rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang direkomendasikan oleh Pemerintah. Namun dekarang pihak swasta, komunitas dan berbagai sektor juga sudah banyak melaksanakan tes mandiri, mulai dari rapid tes dan wab tes. “Sekarang, tim surveilence  terus turun ke lapangan, kita melaksanakan tes dengan menyasar orang orang tanpa gejala di wilayah dengan risiko tinggi. Itulah yang menyebabkan kita mendapatkan gambaran penyebaran covid-19 di masyarakat ini seperti apa, jadi jangan sampai panik berlebihan, namun tetap waspada dan ikuti selalu protokol kesehatan dengan disiplin yang ketat,” tutur Dewa Rai.(sur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here